Palembang, IDN Times - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel menyoroti masih adanya TPS yang tidak ramah terhadap disabilitas. Kondisi ini didapat dari laporan masyarakat mengenai minimnya fasilitas yang diberikan dalam penyelenggaraan pemilu silam.
Anggota Bawaslu Sumsel Massuryati mengatakan, banyak kaum disabilitas tak dapat menyalurkan hak suara dan memilih golput. Hal ini tak terlepas dengan kurangnya perhatian dari lembaga sosial dalam melakukan pendidikan politik bagi kaum disabilitas.
"Fasilitas TPS yang kurang ramah disabilitas, akses informasi yang terbatas, adanya istilah ODGJ, pendidikan pemilih bagi disabilitas, tidak tersedianya TPS di panti sosial dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) menjadi pr yang perlu diperhatikan penyelenggara pemilu," ungkap Massuryati, Sabtu (24/8/2024).
