Anatomi Tulang dan Postur Tubuh Kriteria Penting Paskibraka Sumsel

Seleksi Paskibraka Sumsel meliputi tes samapta, postur tubuh, dan anatomi tulang sebagai kriteria penentuannya.
Setelah seleksi, anggota Paskibraka menjalani karantina di Hotel Swarna Dwipa Palembang hingga perayaan HUT RI ke-80.
Anggota Paskibraka memiliki motivasi menjadi pengibar bendera untuk membanggakan orangtua dan cinta Tanah Air, Indonesia.
Palembang, IDN Times - Anggota paskibraka atau pasukan pengibar bendera pusaka wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) makin konsisten latihan baris berbaris jelang upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80.
Total 50 anggota masing-masing 25 orang perempuan dan laki-laki sudah menjalani latihan di Griya Agung sejak 29 Juli lalu. Anggota paskibraka yang terpilih dari 17 kabupaten/kota Sumsel itu akan dikukuhkan, Sabtu (16/8/2025) malam.
1. Semua anggota paskibraka Sumsel sudah memalui seleksi

Menurut salah satu pelatih Paskibraka Sumsel, Kapten Kes Acong, sebelum semua anggota tersebut latihan di lapangan Griya Agung Palembang, para siswa-siswi tersebut sudah terlebih dahulu lulus seleksi.
Bahkan, setiap perwakilan daerah dari kabupaten/kota lanjutnya, telah mendapatkan berbagai tes dan materi selain latihan baris berbaris. Dia menyebut, ada dua kriteria penting untuk bisa menjadi paskibraka.
“Mereka telah lolos seleksi daerah itu meliputi samapta, postur tubuh, bentuk anatomi tulang dan lainnya yang menjadi kriteria penentuannya,” katanya, Kamis (14/8/2025).
2. Semua anggota Paskibraka Sumsel mendapatkan konsumsi sesuai gizi

Kemudian setelah melalui tahapan seleksi dan ujian pemilihan anggota Paskibraka Sumsel, selanjutnya mereka menjalani karantina. Tahun ini semua anggota paskibraka menginap di Hotel Swarna Dwipa Palembang hingga hari H perayaan HUT RI ke-80.
“Mereka sudah masuk asrama dan dikarantina di hotel Swarna Dwipa sejak 29 Juli hingga 18 Agustus,” jelas dia.
Sementara di sela latihan dan karantina Paskibraka Sumsel, semua anggota juga mendapatkan materi di lapangan sekaligus latihan rutin sebelum momen upacara, yakni setiap pukul 08.00-16.00 WIB. “Saat istirahat, anggota juga mendapatkan konsumsi yang sudah ditentukan gizinya,” kata Acong.
3. Alasan ingin jadi Paskibraka Sumsel karena mau membanggakan orang tua

Salah satu anggota Paskibraka Sumsel asal Muara Enim, Fanesa Tri Margareta menjelaskan, alasannya ingin menjadi bagian pengibar bendera Merah Putih di Griya Agung, karena ingin membanggakan orangtua dan memang sudah menjadi mimpi sejak kecil.
“Saya anak bungsu yang mau bikin senang orang tua. Alhamdulillah selama latihan tidak ada kesulitan, sosialisasi dan adaptasi sesama anggota juga lancar,” jelas dia.
Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim ini pun menyebut, bukan hanya karena orang tua, keinginannya menjadi Paskibraka Sumsel juga karena cinta dan bangga Tanah Air Indonesia.


















