Ilustrasi kegiatan mahasiswa di UIN Raden Fatah Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Rektor UIN RF Palembang, Nyayu Khodijah, kampus memang belum bisa mengambil kebijakan segera. Sebab penerima bantuan potongan UKT telah disahkan dalam Surat Keputusan (SK) dengan total 9.611 mahasiswa.
"Rinciannya 5.646 orang mendapatkan potongan 10 persen, 3.952 mahasiswa penerima bantuan potongan 80 persen, dan 13 orang penerima bantuan kategori 100 persen, ini telah melaui mekanisme yang sesuai," kata dia.
Nyayu mengaku, mengenai error sistem memang ada kekeliruan penginputan data oleh Pusat Sistem Teknologi Informasi dan Pangkalan Data PUSTIPD. Sehingga berimbas pada mahasiswa termasuk rektorat yang terkesan memberikan harapan palsu.
"Untuk kesalahan ini harus dievaluasi agar tidak terjadi lagi," tambahnya.
Terkait kerugian UIN RF Palembang senilai Rp13 Miliar, Nyayu tidak membenarkan hal itu. Menurutnya selama pandemik COVID-19, kampus UIN Raden Fatah menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sumsel yang dapat memberikan bantuan.
"Adanya bantuan potongan UKT 10 persen, 80 persen dan 100 persen mahasiswa sangat terbantu. Meski tidak semua mahasiswa mendapatkan bantuan, namun total pengurangan UKT relatif sama dengan kemarin-kemarin, yaitu dengan total mencapai Rp9 Miliar," tandas dia.