Palembang, IDN Times - Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya menjadi proyek besar Pemprov Sumatra Selatan (Sumsel) di masa kepemimpinan Gubernur Alex Noerdin. Rencananya masjid tersebut akan dilengkapi dengan islamic center sehingga direncanakan menelan dana hingga Rp1,1 triliun untuk menyambut Asian Games 2018.
Asian Games telah rampung tiga tahun lalu dan Alex Noerdin terpilih menjadi Anggota DPR RI. Namun, masjid tersebut tak kunjung berdiri megah. Proyeknya pun mangkrak dan tak jelas.
Padahal, dana APBD sebesar Rp130 miliar sudah mengalir dan hanya "menghasilkan" fondasi awal dan tiang pancang.
Dugaan korupsi pembangunan masjid mulai ditelusuri Kejati Sumsel akhir tahun 2020 dengan menemukan banyak kejanggalan. Tim Ahli Kejati Sumsel menilai, Rp130 miliar seharusnya bisa membuat bentuk bangunan masjid tersebut terlihat lebih jelas, ketimbang hanya tiang fondasi awal.
Selama mangkrak itu juga, banyak aset masjid Sriwijaya yang hilang dicuri orang. Besi-besi yang tertinggal, dan besi yang menempel di tiang pancang banyak yang dipotong secara sengaja. Rumput ilalang pun kini mulai menutupi bangunan pondasi masjid.
"Kalau dilihat dari fisiknya itu, terlihat jelas jika besi tiang pancang dipotong oleh orang tak bertanggung jawab," ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman, saat meninjau bangunan di kawasan Jakabaring Palembang, Jumat (8/10/2021).
