Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Ribu Jemaah Calon Haji Sumsel Masuk Kategori Risiko Tinggi
ilustrasi haji ke Makkah (pexels.com/Mustafa Fathy)
  • 3.100 jemaah calon haji (CJH) dari Sumsel masuk kategori risiko tinggi atau risti, turun dibandingkan tahun lalu.
  • Kategori risti meliputi jemaah dengan usia lanjut, penyandang disabilitas, dan ibu hamil berdasarkan evaluasi Kementrian Agama wilayah Sumsel.
  • Layanan haji terhadap JCH kategori risti harus diprioritaskan dengan asupan makanan gizi seimbang untuk menjaga kondisi tubuh dan imunitas mereka lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Ribuan Jemaah Calon Haji (CJH) dari Sumatra Selataran (Sumsel) bersiap berangkat ke Tanah Suci musim haji 1446 Hijriah. Tercatat, JCH asal Sumsel pada tahun ini sesuai kuota berjumlah 7.012 orang. Berdasarkan jumlah itu, 3.000 di antaranya merupakan jemaah kategori risiko tinggi atau risti.

“Ada 3.100 jemaah yang masuk kategori rist atau 45 persen dari jumlah kuota JCH tahun ini,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra, Kamis (24/4/2025).

1. Kategori risti merupakan lansia, disabilitas dan ibu hamil

ilustrasi haji ke Makkah (pixabay.com/ekrem)

Data kategori JCH dengan status risti sudah berdasarkan evaluasi Kementrian Agama wilayah Sumsel. Kategori risti tersebut terbagi dari jemaah dengan usia lanjut atau lansia, jemaah dengan kondisi penyandang disabilitas dan jemaah dalam keadaan mengandung atau ibu hamil.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angkanya turun (jumlah kategori risti),” jelas Edward.

2. Kategori JCH risti harus diperhatikan dan jadi prioritas

ilustrasi haji ke Makkah (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)

Layanan haji terhadap JCH dengan kategori risti kata Edward harus diprioritaskan dengan memberikan asupan makanan sesuai gizi seimbang. Tujuannya, agar JCH risti bisa menjaga kondisi tubuh dan imunitas mereka lebuh kebal saat menjalani ibadah haji.

“Embarkasi Palembang diharapkan mampu memberi pelayanan lebih baik pada tahun ini,” Kata dia.

3. Masih ada sisa satu persen JCH belum melunasi biaya bipih

ilustrasi haji ke Makkah (pexels.com/Haydan As-soendawy)

Kepala Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan menambahkan, untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini panitia sudah mempersiapkan maksimal. Namun memang, masih ada yang belum selesai pelunasan biaya haji tahap II hingga 25 April 2025.

"Masih kurang 1 persen lagi yang belum melunasi bipih. Kami masih menunggu besok terakhir,” jelas dia.

Editorial Team

Related Article