Sampah di Padang Meningkat 12 Persen Selama Ramadan

- Konsumsi masyarakat meningkat selama bulan ramadan, menyebabkan peningkatan volume sampah sebanyak 10-12 persen di Kota Padang.
- Sampah yang dominan adalah organik dari sisa makanan, berasal dari rumah tangga, pasar, dan kawasan kuliner yang ramai selama ramadan.
- Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, memperpanjang jam kerja petugas kebersihan, dan mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah.
Padang, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat peningkatan jumlah sampah meningkat sebanyak 10-12 persen selama bulan ramadan.
"Volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin biasanya sekitar 650 ton per hari di luar Ramadan," kata Kepala DLH Padang, Fadelan Fitra Masta.
Ia mengungkapkan, peningkatan volume sampah tersebut terjadi karena konsumsi berlebihan masyarakat saat berbuka puasa dan sahur.
1. Didominasi sampah organik

Menurut Fadelan, jumlah sampah di Kota Padang selama bulan ramadan didominasi oleh sampah organik berupa sisa makanan.
"Sebagian besar sampah berasal dari rumah tangga, pasar, dan kawasan kuliner yang menjadi lebih ramai selama ramadan," katanya.
Menurutnya, lonjakan konsumsi makanan saat berbuka dan sahur berdampak langsung pada bertambahnya sampah organik dan limbah plastik sekali pakai.
2. Tingkatkan frekuensi pengangkutan sampah

Fadel mengungkapkan, sebagai langkah antisipasi yang dilakukan, pihaknya meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah.
"Terutama di kawasan permukiman, pasar, dan pusat kuliner yang kami lakukan lebih sering dibanding hari biasanya," katanya.
Selain itu, menurut Fadelan ia juga menambah jam kerja petugas kebersihan untuk memastikan sampah diangkut tepat waktu.
3. Masyarakat harus bijak dalam mengelola sampah

Dengan meningkatnya jumlah volume sampah tersebut, ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah dan mengurangi limbah makanan.
"Kami mengajak masyarakat untuk membeli dan memasak secukupnya agar tidak terjadi pemborosan dan pembuangan makanan berlebih," imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan memilah sampah organik dan anorganik untuk mempermudah pengelolaan dan mendukung program daur ulang.
"Memanfaatkan sisa makanan menjadi kompos dan menggunakan kemasan ramah lingkungan adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kebersihan kota," katanya.














![[FOTO] Ribuan Umat Islam di Palembang Salat Iduladha hingga ke Ampera](https://image.idntimes.com/post/20260527/upload_4708432f4cacb509af3079e80bab8b41_bb5739ee-5d4f-472c-94ea-43df85613e24_watermarked_idntimes-2.jpg)




