Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2024 Menurun dari Tahun Sebelumnya
Pertumbuhan ekonomid di Pulau Sumatra (Foto: BPS Sumbar)

Padang, IDN Times - Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Sumatra Barat tumbuh sebesar 4,36 persen sepanjang tahun 2024. Angka tersebut dinilai lebih rendah dibanding tahun 2023 lalu yang berada pada angka 4,62 persen.

"Perekonomian Sumatera Barat pada 2024 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp332,94 triliun," kata Kepala BPS Sumbar, Sugeng Ariadi, Rabu (5/2/2025).

Sementara untuk PDRB per kapita Sumatra Barat, mencapai Rp57,05 juta atau setara dengan 3.599,37 dolar AS.

1. Pertumbuhan ekonomi tertinggi Sumbar

Grafik pertumbuhan ekonomi Sumbar (Foto: BPS Sumbar)

Sugeng mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi tertinggi Sumatra Barat pada sisi produksi terdapat pada lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial.

"Pada sisi itu, angkanya mencapai 8,86 persen," katanya.

Sementara, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Impor Luar Negeri sebesar 26,47 persen.

"Perlu diingat bahwa komponen ini merupakan pengurang PDRB," katanya.

2. Pertumbuhan ekonomi Sumbar Triwulan 4 2024 YoY

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Sugeng mengungkapkan, pada triwulan ke-4 tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat tercatat sebesar 4,04 persen jika dilihat secara year on year dibanding tahun 2023.

"Dari sisi produksi, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,29 persen," katanya.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen impor luar negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,06 persen.

3. Pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan ke-4 tumbuh

Grafik pertumbuhan ekonomi Sumbar (Foto: BPS Sumbar)

Menurut Sugeng, perekonomian Sumatra Barat tercatat tumbuh sebesar 2,03 persen jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Dari sisi produksi, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,07 persen.

Sementara, dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 27,46 persen.

Editorial Team

Related Article