Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Cabai di Palembang Melonjak, Tembus Rp70 Ribu Pasca Natal

Harga Cabai di Palembang Melonjak, Tembus Rp70 Ribu Pasca Natal
Pedagang Cabai merah di Pasar Tradisional. (IDN Times/Feny Maulia Agustin).

Palembang, IDN Times - Harga cabai di Palembang mengalami kenaikan harga signifikan pasca momen natal berlangsung. Lonjakan itu juga dipengaruhi musim penghujan yang masih berpotensi hingga akhir tahun. Selain harga cabai, harga beberapa komoditas lain juga ikut merangkak naik.

"Hampir (naik) dua kali lipat cabai merah dan burung. Per kilogram sampai Rp70 ribuan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi, Jumat (27/12/2024).

1. Faktor hujan pengaruhi kenaikan harga cabai di Palembang

Ilustrasi cabai kering (pixabay.com/Jay chanderiya)
Ilustrasi cabai kering (pixabay.com/Jay chanderiya)

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Palembang pada 26 Desember 2024. Harga cabai di Pasar Soak Bato, harga cabai burung tembus Rp50 ribu per kilogram, dari awal Desember hanya 40-48 ribu per kilogram. Sementara harga cabai merah Rp55 ribu per kilogram dari Rp30-40 ribu.

"Selain momen liburan akhir tahun dan natal, kondisi juga faktor cuaca turut berkontribusi pada lonjakan harga," jelas Ruzuan.

2. Harga cabai merah di Palembang sempat Rp20 ribuan per kilogram

ilustrasi cabai rawit yang akan diuleg (pixabay.com/Pixabay)
ilustrasi cabai rawit yang akan diuleg (pixabay.com/Pixabay)

Pantauan IDN Times di Pasar km 5 Palembang, harga cabai merah bahkan tembus Rp65-Rp70 ribu. Namun harga cabai burung justru stabil di harga Rp50-55 ribu. Selain komoditas cabai, beberapa bahan lain yang juga ikut naik adalah ayam potong, telur ayam dan bawang merah-putih.

Ayam potong menyentuh angka Rp35-37 ribu dari harga per kilogram sempat Rp27-30 ribu. Kemudian bawang merah dan bawang putih Rp33-45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp20 ribuan per kilogram pada awal Desember 2024.

3. Pemerintah pastikan harga cabai tetap stabil dan terus dipantau

Ilustrasi cabai merah (pixabay.com/JillWellington)
Ilustrasi cabai merah (pixabay.com/JillWellington)

Menurut Ruzuan kenaikan harga terjadi seiring dengan permintaan tinggi di masyarakat dan bersamaan musim hujan. Tetapi kata dia, peningkatan harga di akhir tahun sudah menjadi tradisi, karena konsumsi dan stok tak sebanding.

"Kami memonitor dan memastikan pasokan tetap mencukupi. Kenaikan harga periode Nataru hal biasa setiap tahun. Namun paling penting menjaga kestabilan harga dan menghindari gejolak yang signifikan," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Hafidz Trijatnika
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Jadwal Penyeberangan Feri TAA-Bangka Belitung Hari ini Berikut Tarif

07 Apr 2026, 07:14 WIBNews