Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
kerupuk kemplang (instagram.com/aksomoz)
  • Resep kemplang khas Palembang dapat dibuat tanpa jemur matahari dengan oven atau food dehydrator, sehingga tetap praktis saat cuaca mendung atau hujan.

  • Bahan utamanya meliputi 500 gram ikan tenggiri atau gabus, 500 gram tepung tapioka, telur, bawang putih, garam, dan gula; ikan segar memperkuat cita rasa.

  • Adonan dibentuk lenjer, dikukus hingga matang, didinginkan, lalu diiris tipis dan dikeringkan pada 50–60 derajat Celsius sebelum digoreng atau dipanggang hingga mengembang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membuat kerupuk kemplang khas Palembang biasanya membutuhkan waktu cukup panjang. Selain mengolah ikan dan tepung menjadi adonan, proses pengeringan juga menjadi tahapan penting sebelum kerupuk siap digoreng atau dipanggang.

Selama ini, banyak orang mengandalkan panas matahari untuk mengeringkan irisan kerupuk. Namun, cara tersebut terkadang kurang praktis, terutama ketika cuaca sering mendung atau hujan. Meski begitu, bukan berarti keinginan membuat kemplang sendiri harus tertunda.

Proses pengeringan bisa dilakukan menggunakan oven atau alat pengering makanan sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada sinar matahari. Bahan dasarnya pun relatif mudah ditemukan. Daging ikan menjadi komponen utama yang memberikan cita rasa khas, sedangkan tepung tapioka berfungsi membentuk tekstur kerupuk.

Berikut resep kerupuk kemplang tanpa dijemur yang dirangkum oleh IDN Times dan bisa dicoba di rumah.

1. Siapkan bahan utama kerupuk kemplang

kerupuk kemplang (instagram.com/kulinermetro.lampung)

Sebelum mulai memasak, pastikan seluruh bahan sudah tersedia. Pilih ikan segar agar rasa kerupuk lebih gurih dan aroma amisnya tidak terlalu kuat.

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging ikan tenggiri atau ikan gabus tanpa duri.

  • 500 gram tepung tapioka.

  • 2 butir telur.

  • 4 siung bawang putih.

  • 1 sendok makan garam.

  • 1 sendok teh gula pasir.

  • Air secukupnya jika diperlukan.

Komposisi ikan dan tepung dapat disesuaikan dengan tekstur serta rasa yang diinginkan. Semakin baik kualitas ikan yang digunakan, semakin terasa pula cita rasa ikan pada kerupuk.

2. Haluskan ikan dan campurkan dengan bumbu

ilustrasi proses membuat adonan pempek dos khas Palembang (pexels.com/Ron Lach)

Bersihkan daging ikan dari duri dan bagian yang tidak diperlukan. Setelah itu, haluskan menggunakan penggiling atau blender hingga teksturnya lembut. Masukkan bawang putih yang telah dihaluskan, telur, garam, dan gula. Aduk seluruh bahan sampai tercampur rata.

Berikutnya, tambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit. Aduk perlahan sampai adonan menyatu dan bisa dibentuk. Jangan terlalu banyak menambahkan air karena adonan yang terlalu lembek akan menyulitkan proses pembentukan.

3. Bentuk adonan menyerupai lenjer

Ilustrasi menguleni adonan pempek (freepik.com/freepik)

Setelah adonan siap, ambil beberapa bagian lalu bentuk memanjang seperti lenjer. Usahakan ukuran setiap adonan tidak terlalu besar agar proses pematangan lebih merata. Siapkan panci kukusan yang sudah dipanaskan. Letakkan adonan di dalam kukusan, kemudian masak hingga bagian dalamnya matang.

Lama pengukusan menyesuaikan ukuran adonan. Setelah matang, angkat dan diamkan sampai benar-benar dingin. Jangan terburu-buru mengirisnya ketika masih panas karena teksturnya cenderung masih lunak.

4. Iris adonan menjadi lembaran tipis

Kerupuk kemplang (instagram.com/pempek_lingga)

Adonan yang sudah dingin kemudian dipotong menggunakan pisau tajam. Buat irisan tipis dengan ketebalan yang relatif sama. Ketebalan irisan perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap proses pengeringan.

Jika terlalu tebal, bagian dalam kerupuk akan lebih lama kehilangan kadar air. Sebaliknya, irisan yang terlalu tipis juga lebih mudah patah saat dipindahkan. Susun potongan kerupuk di atas nampan atau loyang. Pastikan setiap lembar tidak saling menumpuk.

5. Keringkan kerupuk menggunakan oven

Kerupuk Kemplang Panggang (instagram.com/ju1y88)

Tidak memiliki halaman luas untuk menjemur kerupuk bukan lagi masalah. Kamu bisa memanfaatkan oven sebagai alternatif pengeringan. Atur suhu oven sekitar 50–60 derajat Celsius. Masukkan irisan kerupuk dan biarkan proses pengeringan berlangsung secara bertahap.

Sesekali periksa kondisi kerupuk agar tingkat kekeringannya merata. Lama prosesnya bergantung pada ketebalan irisan, kadar air, dan kemampuan oven mengalirkan udara. Kerupuk yang sudah kering biasanya terasa keras dan tidak lagi lembap ketika disentuh. Jangan langsung menggorengnya jika bagian dalamnya masih menyimpan banyak air.

Selain oven, penggunaan food dehydrator atau mesin pengering makanan juga bisa menjadi pilihan. Alat tersebut memang dirancang untuk mengurangi kadar air bahan makanan secara bertahap.

6. Goreng atau panggang hingga mengembang

kerupuk kemplang (instagram.com/kerupuks.id)

Setelah proses pengeringan selesai, kerupuk kemplang bisa langsung diolah sesuai selera. Jika ingin membuat kemplang goreng, panaskan minyak dalam jumlah yang cukup. Masukkan kerupuk sedikit demi sedikit dan goreng hingga mengembang.

Pastikan suhu minyak sesuai agar kerupuk matang merata dan tidak mudah gosong. Sementara itu, bagi yang lebih menyukai kemplang panggang, gunakan alat pemanggang dengan panas merata. Bolak-balik kerupuk sampai mengembang dan matang.

Kerupuk kemplang pun siap dinikmati. Agar rasanya semakin nikmat, sajikan bersama sambal khas kemplang yang memiliki perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih.

Editorial Team

Related Article