Comscore Tracker

Impor Sayuran Asal 3 Negara ke Sumsel Naik Signifikan 

Per mei 2021 pengiriman capai 660.000 dollar Amerika

Palembang, IDN Times - Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) mencatat lonjakan impor sayuran pada Mei 2021. Transaksi pengiriman mencapai 660.000 dollar Amerika dari tiga negara dominan, yakni Malaysia, Singapura, dan Tiongkok.

"Produk konsumsi paling banyak masuk ke provinsi barang plastik dan makanan hewan dengan impor sayur-sayuran mendominasi," ujar Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel, Sukerik melaui siaran pers yang diterima IDN Times, Minggu (18/6/2021).

1. Nilai impor Sumsel turun 34,11 persen secara umum

Impor Sayuran Asal 3 Negara ke Sumsel Naik Signifikan Ilustrasi ekspor impor (IDN Times/Arief Rahmat)

Ia mengatakan, nilai impor sektor konsumsi meningkat sebesar 156 persen secara dibandingkan bulan tahun lalu year to year. Namun pada April 2021, angka tersebut turun 45,89 persen. Secara rinci, Sumsel mengimpor barang dari plastik sebanyak 880 ton pada Mei 2021.

"Selain impor barang konsumsi, kenaikan juga terjadi pada bubur kayu atau pulp yang masuk kategori bahan baku. Secara umum, nilai impor Sumsel pada Mei tahun 2021 tercatat turun 34,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya," kata dia.

Baca Juga: Sumsel Desak Rencana PPN Sembako Diterapkan Bagi Produk Impor

2. Impor bahan baku naik hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya

Impor Sayuran Asal 3 Negara ke Sumsel Naik Signifikan Situasi rilis data di Kantor BPS Sumsel (IDN Times/Istimewa)

Sukerik menerangkan, impor bahan baku meningkat hampir 60 persen jika dibandingkan bulan Mei pada tahun lalu dengan komoditas dominan yaitu pupuk, peralatan listrik, dan barang dari logam. Sektor barang modal ditinjau baik dari bulanan maupun tahunan mengalami penurunan.

"Komoditasnya antara lain mesin untuk keperluan umum, generator, dan lainnya," timpal dia.

3. Nilai ekspor Sumsel menurun 16,33 persen

Impor Sayuran Asal 3 Negara ke Sumsel Naik Signifikan Ilustrasi perdagangan (Pixabay/Echosystem)

Bila impor barang-barang konsumsi di Sumsel naik signifikan dibandingkan periode tahun lalu, BPS Sumsel justru mendata realisasi nilai ekspor pada Mei 2021 merosot hingga 16,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan tersebut dipicu pelemahan serapan pasar internasional terhadap karet, bubur kertas, bahan bakar mineral dan minyak nabati. Padahal pada tahun lalu di periode yang sama justru mengalami peningkatan 49,31 persen.

"Penurunan ini masih dipengaruhi kondisi ekonomi global akibat pandemi," tandas dia.

Baca Juga: Impor Non Migas di Sumsel Meningkat 15,37 Persen

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya