Maninjau Kembali Diterjang Banjir Bandang, Warga Dievakuasi

- Pemerintah mengevakuasi warga ke tempat aman melalui posko kebencanaan yang masih ada di lokasi.
- Jalur Lubuk Basung-Bukittinggi terputus akibat material longsor, tim gabungan akan membersihkan agar bisa dilalui kembali.
- Banjir bandang bukan kejadian perdana, sudah terjadi empat kali sejak November 2025, masih ada ancaman bagi warga yang harus direlokasi.
Padang, IDN Times - Setelah diguyur hujan deras, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat kembali dihantam banjir bandang pada Kamis (1/1/2026) pagi.
"Hujan deras dari tadi malam membuat air sungai kembali membawa material longsor ke daerah pemukiman warga," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmad Lasmono saat dihubungi IDN Times.
Menurutnya, banjir bandang yang terjadi kali ini bukan banjir perdana lagi, melainkan banjir yang terjadi sudah kesekian kalinya sejak akhir November 2025 lalu.
1. Apa yang dilakukan pemerintah?

Rahmad mengatakan, karena masih ada posko kebencanaan di lokasi tersebut membuat upaya penyelamatan warga jadi lebih mudah.
"Tim yang ada di lokasi langsung mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman seperti kejadian banjir sebelumnya," katanya.
Menurutnya, peristiwa banjir bandang kali ini tidak memakan korban jiwa. Karena petugas yang masih tetap siaga di lokasi tersebut.
2. Jalur Lubuk Basung-Bukittinggi putus

Karena banyaknya material longsor yang terbawa air, jalur Lubuk Basung-Bukittinggi kembali terputus dan tidak bisa dilalui untuk saat ini.
"Padahal sudah dilakukan pembersihan dari material banjir bandang sebelumnya dan saat ini putus lagi," katanya.
Menurutnya, tim gabungan nantinya akan kembali melakukan pembersihan lokasi tersebut agar kembali bisa dilalui oleh masyarakat.
3. Banjir berulang

Rahmad menyatakan, banjir bandang yang terjadi di kawasan tersebut merupakan kejadian ke-empat kalinya sejak akhir November 2025 lalu.
"Untuk keadaannya masih ada material longsor yang menumpuk di bagian hulu sungai itu," katanya.
Menurutnya, hal tersebut akan tetap menjadi ancaman bagi warga yang masih tetap tinggal di lokasi tersebut yang harus direlokasi ke tempat yang lebih aman.

















