Pemain Semen Padang FC, Alhassan Wakaso ditakel oleh pemain PSBS Biak (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Di babak pertama, Bhayangkara Lampung FC langsung memberikan tekanan ke lini pertahanan Semen Padang FC untuk bisa mendapatkan keunggulan di menit pertama. Tetapi, anak asuh Dejan Antonic tidak mau kalah. Firman Juliansyah dan kawan-kawan mencoba melakukan tekanan balasan melalui berbagai skema serangan ke lini pertahanan tim tuan rumah.
Memasuki menit ke-5, Semen Padang FC memperoleh sebuah peluang melalui serangan dari lini tengah dan diteruskan ke lini kanan yang dihuni oleh Maicon. Tetapi, peluang yang didapatkan tersebut masih belum bisa memberikan sebuah gol keunggulan bagi Semen Padang FC dari sang tuan rumah yang berada di klasemen yang sangat jauh di atas tim berjulukan Kabau Sirah tersebut.
Bhayangkara Lampung FC juga tidak mau kalah. Serangan demi serangan diatur untuk bisa mengungguli sang tamu. Tetapi upaya Mousa Sidibe dan kawan-kawan masih mampu ditepis oleh Jago yang menjadi leader di lini belakang.
Permainan yang berlangsung cukup keras itu membuat wasit mengeluarkan kartu kuning pertama untuk Boubakary Diarra yang melanggar Mousa Sidibe pada menit ke-21.
Selang 5 menit, giliran Jaime Giraldo, yang sering dipanggil Jago, mendapatkan kartu kuning usai melanggar Moussa Sissoko di dalam kotak terlarang. Wasit langsung menunjuk titik putih dan melakukan verifikasi melalui VAR untuk memastikan pelanggaran tersebut.
Akhirnya, wasit memastikan bahwa itu memang pelanggaran dan memberikan hadiah penalti kepada Bhayangkara Lampung FC untuk bisa mendapatkan keunggulan. Mousa Sidibe, yang menjadi algojo dalam tendangan penalti tersebut, berhasil mengeksekusi dengan sempurna. Bola yang bergulir ke bagian kiri gawang tidak mampu dibaca oleh Arthur Augusto.
Gol tersebut memberikan keunggulan kepada Bhayangkara Lampung FC atas sang tamu yang ngotot melakukan serangan sejak menit awal pertandingan. Setelah gol itu tercipta, laga mulai berlangsung sedikit lambat. Serangan demi serangan yang dilesakkan oleh masing-masing tim sejak menit awal pertandingan sudah mulai berkurang.
Tetapi, hal tersebut hanya berlangsung beberapa menit saja. Intensitas pertandingan kembali memanas dan kedua tim saling beradu otot untuk mendapatkan peluang demi peluang.
Kerasnya laga tersebut membuat gelandang Semen Padang FC, Boubakary Diarra, harus diusir dari lapangan usai melanggar pemain Bhayangkara Lampung FC dan wasit memberikan kartu kuning kedua untuk pemain tersebut.
Semen Padang FC terpaksa harus bermain dengan 10 pemain untuk bisa menyusul ketertinggalannya dari gol yang diciptakan oleh Bhayangkara Lampung FC.
Meski bermain dengan 10 pemain, Semen Padang FC terus memberikan tekanan pada lini pertahanan Bhayangkara Lampung FC. Tetapi hingga wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya laga babak pertama, tidak ada lagi gol yang tercipta.