Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Semen Padang FC Dibantai Bhayangkara Lampung FC 4-0

Semen Padang FC Dibantai Bhayangkara Lampung FC 4-0
Pemain Semen Padang FC, Ripal Wahyudi mengejar berduel dengan pemain PSBS Biak (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Intinya Sih
  • Bhayangkara Lampung FC menang telak 4-0 atas Semen Padang FC pada laga pekan ke-23 Liga Super Indonesia musim 2025/2026 di Stadion kandang Bhayangkara, Selasa malam.
  • Dua gol penalti dan dua gol tambahan dari permainan terbuka memastikan dominasi penuh Bhayangkara Lampung FC, sementara Semen Padang FC kesulitan menembus pertahanan lawan.
  • Semen Padang FC bermain dengan sepuluh pemain setelah Boubakary Diarra diganjar kartu merah, membuat tim tetap terpuruk di zona degradasi tanpa tambahan poin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Padang, IDN Times - Semen Padang FC dibantai saat bertandang ke kandang Bhayangkara Lampung FC pada laga pekan ke-23 Liga Super Indonesia musim 2025/2026 pada Selasa (24/2/2026) malam.

Laga yang dimulai pada pukul 20.30 WIB tersebut berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan sang tuan rumah yang bermain sempurna baik secara transisi pemain maupun pergerakan bola.

Dengan kekalahan telak itu, Semen Padang FC harus puas dengan tidak membawa pulang poin dan tetap berada di zona degradasi dan masih belum mampu untuk keluar.

1. Babak pertama

Pemain Semen Padang FC, Alhassan Wakaso ditakel oleh pemain PSBS Biak
Pemain Semen Padang FC, Alhassan Wakaso ditakel oleh pemain PSBS Biak (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Di babak pertama, Bhayangkara Lampung FC langsung memberikan tekanan ke lini pertahanan Semen Padang FC untuk bisa mendapatkan keunggulan di menit pertama. Tetapi, anak asuh Dejan Antonic tidak mau kalah. Firman Juliansyah dan kawan-kawan mencoba melakukan tekanan balasan melalui berbagai skema serangan ke lini pertahanan tim tuan rumah.

Memasuki menit ke-5, Semen Padang FC memperoleh sebuah peluang melalui serangan dari lini tengah dan diteruskan ke lini kanan yang dihuni oleh Maicon. Tetapi, peluang yang didapatkan tersebut masih belum bisa memberikan sebuah gol keunggulan bagi Semen Padang FC dari sang tuan rumah yang berada di klasemen yang sangat jauh di atas tim berjulukan Kabau Sirah tersebut.

Bhayangkara Lampung FC juga tidak mau kalah. Serangan demi serangan diatur untuk bisa mengungguli sang tamu. Tetapi upaya Mousa Sidibe dan kawan-kawan masih mampu ditepis oleh Jago yang menjadi leader di lini belakang.

Permainan yang berlangsung cukup keras itu membuat wasit mengeluarkan kartu kuning pertama untuk Boubakary Diarra yang melanggar Mousa Sidibe pada menit ke-21.

Selang 5 menit, giliran Jaime Giraldo, yang sering dipanggil Jago, mendapatkan kartu kuning usai melanggar Moussa Sissoko di dalam kotak terlarang. Wasit langsung menunjuk titik putih dan melakukan verifikasi melalui VAR untuk memastikan pelanggaran tersebut.

Akhirnya, wasit memastikan bahwa itu memang pelanggaran dan memberikan hadiah penalti kepada Bhayangkara Lampung FC untuk bisa mendapatkan keunggulan. Mousa Sidibe, yang menjadi algojo dalam tendangan penalti tersebut, berhasil mengeksekusi dengan sempurna. Bola yang bergulir ke bagian kiri gawang tidak mampu dibaca oleh Arthur Augusto.

Gol tersebut memberikan keunggulan kepada Bhayangkara Lampung FC atas sang tamu yang ngotot melakukan serangan sejak menit awal pertandingan. Setelah gol itu tercipta, laga mulai berlangsung sedikit lambat. Serangan demi serangan yang dilesakkan oleh masing-masing tim sejak menit awal pertandingan sudah mulai berkurang.

Tetapi, hal tersebut hanya berlangsung beberapa menit saja. Intensitas pertandingan kembali memanas dan kedua tim saling beradu otot untuk mendapatkan peluang demi peluang.

Kerasnya laga tersebut membuat gelandang Semen Padang FC, Boubakary Diarra, harus diusir dari lapangan usai melanggar pemain Bhayangkara Lampung FC dan wasit memberikan kartu kuning kedua untuk pemain tersebut.

Semen Padang FC terpaksa harus bermain dengan 10 pemain untuk bisa menyusul ketertinggalannya dari gol yang diciptakan oleh Bhayangkara Lampung FC.

Meski bermain dengan 10 pemain, Semen Padang FC terus memberikan tekanan pada lini pertahanan Bhayangkara Lampung FC. Tetapi hingga wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya laga babak pertama, tidak ada lagi gol yang tercipta.

2. Babak kedua

Pemain Semen Padang FC berduel dengan pemain Dewa United pada laga pekan ke-2 Liga Super Indonesia musim 2025/2026
Pemain Semen Padang FC berduel dengan pemain Dewa United pada laga pekan ke-2 Liga Super Indonesia musim 2025/2026 (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Di babak kedua, tidak ada pergantian yang dilakukan baik oleh Bhayangkara Lampung FC maupun Semen Padang FC untuk mengatur ulang strategi. Babak kedua yang baru berjalan 3 menit, Bhayangkara Lampung FC kembali mendapatkan hadiah penalti usai Rio Matsumura dilanggar oleh Ravi Tsouka di area kotak terlarang.

Rio Matsumura, yang langsung mengeksekusi tendangan penalti tersebut, dilesatkan ke arah kanan gawang, tak mampu dibaca oleh Arthur Augusto, dan Bhayangkara Lampung FC berhasil menggandakan keunggulannya.

Selang 4 menit, Bhayangkara Lampung FC kembali berhasil menciptakan gol ketiganya dari sebuah kesalahan lini bertahan Semen Padang FC yang menjadi sebuah peluang bagi Bhayangkara Lampung FC.

Umpan yang diberikan dari lini kanan mampu dieksekusi dengan sempurna oleh Mousa Sidibe yang berdiri tanpa penjagaan dan dengan keadaan gawang yang kosong. Dengan begitu, Semen Padang FC tertinggal 3 gol dari sang tuan rumah yang telah berhasil menciptakan 3 gol hingga 52 menit laga berlangsung.

Menit ke-73, Bhayangkara Lampung FC kembali menciptakan gol melalui sepakan Hendri yang tak terkawal oleh pemain bertahan Semen Padang FC. Gol ke-4 tersebut membuat sang tuan rumah semakin tak terkejar oleh Semen Padang FC yang sudah tertinggal sangat jauh dan hanya bermain dengan 10 orang pemain saja.

Meski telah berupaya melakukan serangan, Semen Padang FC gagal menciptakan satu gol pun dalam pertandingan tersebut dan laga berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan Bhayangkara Lampung FC.

3. Laga yang keras

Pemain Semen Padang FC, Ripal Wahyudi mengejar berduel dengan pemain PSBS Biak
Pemain Semen Padang FC, Ripal Wahyudi mengejar berduel dengan pemain PSBS Biak (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Laga antara Bhayangkara Lampung FC versus Semen Padang FC berlangsung dengan cukup keras. Tidak hanya itu, intensitas pertandingan juga cukup cepat antara kedua tim. Kedua tim saling bertukar serangan selama 90 menit waktu normal pertandingan. Adu otot juga sering terjadi selama pertandingan berlangsung.

Kartu dan pelanggaran terus terjadi hingga salah seorang pemain Semen Padang FC, Boubary Diarra, harus diusir keluar lapangan oleh wasit karena terkena 2 kali kartu kuning.

Tidak hanya itu, Bhayangkara Lampung FC juga mendapatkan beberapa peluang dari pelanggaran yang terjadi. Tercatat, Bhayangkara Lampung FC mendapatkan 2 peluang dari kotak penalti dan beberapa peluang dari luar kotak penalti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest Sport Sumatera Selatan

See More