Pemain Sriwijaya FC Hilang Semangat, Suporter Minta Berbenah

- Sriwijaya FC gagal menang dalam laga Play Off Degradasi kontra PSKC Cimahi
- Pemain Sriwijaya FC disebut kehilangan semangat dan performa tidak maksimal
- Manajemen dan pendukung Sriwijaya FC menuntut perbaikan agar tim dapat bertahan di Liga 2 Indonesia
Palembang, IDN Times - Sriwijaya FC tak mampu menampilkan performa terbaik di laga Play Off Degradasi kontra PSKC Cimahi, Minggu (7/1/2024). Skuad Elang Andalas harus berbagi poin dengan tim lawan karena tak menciptakan gol.
Pertandingan perdana Laskar Wong Kito di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, berakhir dengan skor kacamata 0-0 dan membuat fans maupun pelatih kecewa.
1. Sriwijaya FC tak mampu memaksimalkan strategi

Pemain Sriwijaya FC disebut tak memaksimalkan strategi dan taktik racikan pelatih. Daya serang serta arah permainan tidak mampu diselesaikan baik. Setelah bermain kurang optimal, Sriwijaya FC kini hilang semangat.
"Sama sekali tidak punya semangat, saya sangat kecewa dengan pemain Sriwijaya FC, fighting spirit-nya hilang," kata Pelatih Sriwijaya FC, Hendri Susilo, Senin (8/1/2023).
2. Pelatih dorong manajemen bangkitkan semangat tim

Potensi Sriwijaya FC bertahan di Liga 2 Indonesia juga disebut kian tipis. Apalagi saat menjamu PSKC Cimahi, tim asal Sumatra Selatan (Sumsel) tak banyak menurunkan pemain andal.
Tidak saja soal starting eleven Laskar Wong Kito yang kekurangan pemain unggul, manajemen Sriwijaya FC pun dinilai belum bisa membangkitkan semangat anak asuh Hendri Susilo.
"Sebenarnya motivasi-motivasi yang dibutuhkan untuk membangkitkan anak-anak," kata dia.
3. Suporter minta manajemen berbenah

Jajaran internal Elang Andalas dituntut pendukung Sriwijaya FC serius dan berbenah. Pecinta sepakbola Sumsel tak rela jika Sriwijaya FC gagal bertahan di Liga 2. Padahal klub merah maroon sempat berjaya dengan gelar double winner.
"Manajemen harus tanggung jawab. Sudah 5 tahun Sriwijaya FC di Liga 2, bukannya membaik tapi malah bikin was-was degradasi ke Liga 3," kata Suporter Singa Mania, Chan.
4. Manajemen sebut pemain bertanggung jawab seribu persen saat pertandingan
Sementara kata Direktur Teknik Sriwijaya FC, Indrayadi, menanggapi soal tanggung jawab manajemenen untuk berbenah dan membangkitkan motivasi tim, justru menyebut jika pertandingan di lapangan sepenuhnya milik para pemain.
"Pemain, mereka tidak bisa berleha-leha lagi, tidak bisa merasa cukup memberikan yang terbaik menurut mereka. Sebetulnya pemain bertanggung jawab seribu persen, jangan sampai kita yang membuat sejarah buruk tentang Sriwijaya FC. Saya pikir motivasi diri, tidak ada penyesalan, harus siap seribu persen," timpalnya.















