Duel udara pemain Semen Padang FC dan pemain PSIM Yogyakarta (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Sejak dimulainya babak pertama, baik tuan rumah PSBS Biak maupun Semen Padang FC tidak terlalu tergesa-gesa melakukan serangan ke lini pertahanan lawan. Kedua tim memilih bersabar untuk menunggu momen yang tepat agar bisa mendapatkan peluang yang baik.
Memasuki menit ke-8, Semen Padang FC mendapatkan sebuah peluang dari sisi kiri serangan melalui tendangan yang dilesatkan oleh Maicon. Sayangnya, tendangan tersebut masih melebar di sisi gawang yang dijaga oleh Aldo Geraldo.
Memasuki menit ke-12, PSBS Biak juga mendapatkan sebuah peluang dari serangan yang dilepaskan melalui lini tengah. Ilham Mudin dan kawan-kawan masih belum mampu menjebol gawang Rendy Oscario.
Kedua tim yang saat ini sama-sama berada di zona degradasi tidak mau gegabah dalam melakukan serangan dan menjaga ritme permainan yang berlangsung tanpa penonton tersebut.
Menit ke-13, sang kapten Semen Padang FC, Alhassan Wakaso terpaksa ditarik keluar lapangan usai mengalami benturan dan mengalami cedera. Ia digantikan oleh Ripal Wahyudi yang akan berupaya di lini tengah bersama Baubary Diarra dan Froese.
Peluang demi peluang berhasil didapatkan anak-anak dari Bukit Karang Putih. Tetapi, ketangguhan Kadu di bawah mistar gawang membuat harapan kemenangan itu pupus. Pada menit ke-43, giliran Jaime Giraldo yang dikenal dengan nama punggung Jago juga terpaksa ditarik keluar usai mengalami benturan dengan pemain PSBS Biak.
Posisinya sebagai bek tengah digantikan oleh Ricki Ahriansyah yang pada musim lalu sering dijadikan bek tengah dan sudah cukup berpengalaman di posisi tersebut. Hingga akhir babak pertama, tidak ada gol yang tercipta baik oleh Semen Padang FC maupun oleh PSBS Biak yang merupakan tuan rumah dalam laga tersebut.