Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Klasemen Sriwijaya FC di Posisi Bawah, Bagaimana Evaluasi Tim?
Sriwijaya FC latihan di Stadion GSJ Palembang (IDN Times/Media Officer SFC)
  • Sriwijaya FC berada di posisi kedelapan Liga 2 musim 2024/2025 setelah imbang kontra PSMS Medan.
  • Klub harus mati-matian mengejar posisi atas klasemen untuk kembali ke Liga 1, dengan evaluasi dan pembenahan dari manajemen dan internal klub.
  • Hendri Susilo mendorong semangat, psikologis, dan motivasi pemain setelah menjadi pelatih, namun pemain asing Meghon Valpoort belum berkontribusi maksimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Sriwijaya FC (SFC) berada di klasemen bawah Liga 2 musim 2024/2025 pasca ditahan imbang PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sabtu (12/10/2024). Skuad Laskar Wong kito menempati papan bawah posisi kedelapan dari sembilan tim dalam Grup 1.

Sepanjang kompetisi Sriwijaya FC berlangsung, anak asuh Hendri Susilo itu sudah menjalani enam kali pertandingan dengan dua kali kalah, tiga kali imbang dan baru sekali memenangkan laga ketika menjamu Persikabo, Minggu (6/10/2024) lalu dengan skor telak 5-1.

1. Sriwijaya FC dituntut komitmen pembenahan tim untuk kembali ke Liga 1

Duel PSMS versus Sriwijaya FC di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu (12/10/2024) (dok.PSMS)

Posisi Sriwijaya FC belum mengalami perbaikan signifikan, membuat klub kebanggan warga Sumatra Selatan (Sumsel) ini harus mati-matian mengejar posisi atas klasemen agar target kembali ke Liga 1 bisa tercapai.

Tak hanya pemain dan pelatih, manajemen serta internal Sriwijaya FC dituntut untuk melakukan evaluasi dan pembenahan agar Laskar Wong Kito tak makin lama terbenam di kasta Liga 2. Apalagi nama besar SFC begitu melekat di hati pendukung dan pecinta bola.

2. Sriwijaya FC evaluasi pemain posisi penyerang

Sriwijaya FC latihan di Lapangan Panahan JSC Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Klub jersey kuning terang ini sempat berupaya bangkit dari keterpurukan dengan merotasi tim pasca tak mampu memenangkan laga ketika bertandang ke Persiraja Aceh, Selasa (24/9/2024) lalu. Manajemen SFC pun mengganti kepemimpinan Jafri Sastra menjadi Hendri Susilo.

Setelah Hendri Susilo bergabung dalam tim, eks pelatih Semen Padang FC itu mendorong semangat, psikologis dan motivasi pemain. Langkah itu akhirnya membuahkan hasil, Sriwijaya FC akhirnya membawa kemenangan perdana.

Namun strategi pergantian nahkoda klub tak cukup, Sriwijaya FC dituntut membenahi pemain asing terutama Meghon Valpoort sebagai penyerang. "Pemain asing (Meghon Valpoort) belum berkontribusi secara maksimal," ujar Hendri Susilo, Senin (14/10/2024).

3. Sriwijaya FC rencanakan latihan khusus bagi pemain asing

Pemain Sriwijaya FC i dan Pelatih Hendri Susilo dalam prematch SFC vs PSMS (Dok. Media Officer Palembang)

Menurut Hendri, Meghon Valpoort sebagai penyerang, belum berkontribusi maksimal bagi tim. Padahal Sriwijaya FC sudah memberi Valpoort kesempatan main hingga lima laga berlangsung. Selama Valpoort tergabung dalam starting eleven di tiap laga, pemain asing itu belum memecah tim lawan dan mencetak gol.

"Kita akan ada bicara sama dia (Meghon) atau bikin spesialisasi latihan buat dia kali," timpalnya.

4. Evaluasi Sriwijaya FC fokus finishing

Duel PSMS versus Sriwijaya FC di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sabtu (12/10/2024) (dok.PSMS)

Evaluasi lanjutan Sriwijaya FC saat ini fokus latihan rutin serta konsisten menjaga kebugaran dan fisik pemain. Kemudian kemampuan Manda Cingi dan kawan-kawan akan dievaluasi lebih optimal, terutama dari segi taktikal serta performa strategi permainan.

"Yang jelas kita mulai latihan lagi sore, kita akan evaluasi menyeluruh dan kita akan perbaiki, karena kita akan main away pasti berbeda teknikalnya. Fokus di traning lah artinya, memperbaiki kinerja tim dan lebih fokus banyak finishing," jelas dia.

Editorial Team