Kabar Terkini Sriwijaya FC: Mampukah Menang Perdana di Sisa Laga?

Sriwijaya FC mengalami kemerosotan besar hingga terdegradasi ke Liga 3 setelah performa buruk sepanjang musim 2025/2026, termasuk kalah 0-3 dari Sumsel United.
SFC belum meraih satu pun kemenangan dari 23 laga dan terpuruk di dasar klasemen.
Meski sudah dipastikan degradasi, SFC tetap harus menyelesaikan empat pertandingan sisa sebagai bentuk profesionalisme. Laga-laga tersebut juga menjadi peluang terakhir untuk meraih kemenangan perdana dan menutup musim dengan lebih terhormat.
Palembang, IDN Times - Nama besar Sriwijaya FC (SFC) perlahan meredup. Klub legendaris asal Sumatra Selatan ini lambat-laun lenyap dari kejayaan. Laskar Wong Kito, julukannya, tak lagi tenar di masyarakat. Berangsur-angsur identitas tim sirna, usai klub dipastikan degradasi ke Liga 3 Nusantara pada musim depan.
SFC harus terima nasib di kasta terendah Liga Indonesia pasca kalah dari laga derby se-kota, kontra Sumsel United pada 28 Februari 2026. Elang Andalas kalah 0-3 dalam pertandingan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026.
1. Sriwijaya FC menyisakan empat laga terakhir di Liga 2

Meski dipastikan degradasi ke Liga 3 karena bertahan sebagai juru kunci klasemen wilayah barat, serta belum pernah meraih kemenangan perdana pada musim kompetisi tahun ini, Sriwijaya FC harus tetap menyelesaikan sisa laga terakhir sebagai bentuk sportivitas klub profesional.
Berdasarkan jadwal, Laskar Wong Kito akan menghadapi empat laga penutup yang cukup menantang. Apakah di sisa laga, Elang Andalas mampu memberikan kemenangan?
Pertama, mereka dijadwalkan bertandang ke markas Persekat Tegal pada 12 April 2026 di Stadion Trisanja, kick-off pukul 15.30 WIB.
Laga ini menjadi kesempatan awal bagi Sriwijaya FC untuk memutus tren negatif yang terus berlanjut sejak awal musim. Klub asuhan Pelatih Iwan Setiawan ini bisa saja menang asal menampilkan kekompakan serta performa optimal saat berlaga di lapangan hijau.
2. Pertandingan terakhir Sriwijaya FC berlangsung Mei 2026

Selanjutnya, pada 19 April 2026, Sriwijaya FC kembali menjalani laga tandang dengan menghadapi PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara pada pukul 19.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung berat, mengingat PSMS dikenal memiliki kekuatan solid saat bermain di kandang.
Lalu, pada 25 April 2026, Sriwijaya FC akan kembali bermain di hadapan suporter sendiri. SFC bakal menjamu Garudayaksa FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Laga kandang ini menjadi momentum penting bagi tim untuk setidaknya memberikan kebanggaan kepada para pendukung fanatik.
Terakhir, Sriwijaya FC akan menutup musim dengan bertandang ke markas Adhyaksa FC, sang pemuncak klasemen, di Banten International Stadium pada Mei 2026. Meski jadwal kick-off belum ditentukan, pertandingan itu akan jadi pertemuan penutup bagi tim di masa sulit kompetisi tahun ini.
3. Sriwijaya FC hanya mampu mengumpulkan dua poin musim ini

Sementara dari sisi performa, kabar Sriwijaya FC kini berada dalam situasi cukup memprihatinkan. Dalam 23 pertandingan yang telah dijalani, mereka belum pernah meraih kemenangan. Tim ini hanya mampu mencatatkan dua hasil imbang, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan.
Statistik itu menempatkan SFC di dasar klasemen Grup 1 Wilayah Barat. Apalagi, dengan raihan 2 poin, posisi Sriwijaya FC di peringkat ke-10 atau juru kunci tidak lagi bisa diselamatkan. Mereka dipastikan degradasi ke Liga 3 musim depan.
Tetapi, terlepas dari apa pun hasil di empat laga tersisa, SFC tetaplah klub legenda Sumsel dengan banyak catatan prestasi. Salah satunya, menjadi tim pertama dan satu-satunya yang menyabet gelar double winner.
Menunggu penampilan Sriwijaya FC di sisa laga, klub masih berkesempatan meraih kemenangan perdana, laga-laga akhir pun jadi ajang pembuktian para pemain dan tim pelatih untuk menutup musim dengan hasil lebih terhormat.














