Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta, Semen Padang FC Tak Mampu Bangkit
Laga Semen Padang vs Malut United (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
  • Semen Padang FC gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang 0-0 oleh PSIM Yogyakarta di Stadion H Agus Salim, meski lawan bermain dengan sepuluh pemain.
  • Sepanjang laga, Semen Padang FC menciptakan banyak peluang namun penyelesaian akhir yang buruk dan rapatnya pertahanan PSIM membuat gol tak kunjung tercipta.
  • Hasil imbang ini membuat Semen Padang FC tetap terpuruk di dasar klasemen Liga Super Indonesia musim 2025/2026 dengan hanya menambah satu poin dari laga kandang tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Semen Padang FC masih belum mampu naik dari dasar klasemen Liga Super Indonesia musim 2025/2026 usai menghadapi PSIM Yogyakarta pada Rabu (4/3/2026) di Stadion H. Agus Salim, Padang.

Hal tersebut terjadi karena tim berjulukan Kabau Sirah itu tidak mampu menciptakan gol ke gawang lawan meski hanya melawan 10 pemain saja. Laga pekan ke-24 tersebut berakhir imbang 0-0 tanpa gol dan Semen Padang FC harus puas dengan satu poin saja dari laga tersebut.

1. Babak pertama

Laga Semen Padang vs Malut United (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Di babak pertama, Semen Padang FC bermain tidak terlalu terburu-buru. Hal yang sama juga dilakukan oleh PSIM Yogyakarta. Bola bergulir di tengah lapangan saja. Sejak 5 menit laga berlangsung, Semen Padang FC mulai agresif melakukan tekanan ke lini pertahanan PSIM Yogyakarta dan berupaya menciptakan peluang.

Pada menit yang sama, Kasim Botan memperoleh peluang melalui operan cepat Froise. Pemain nomor punggung 22 tersebut berhasil mengecoh 4 bek lawan yang menjaganya.

Sayangnya, tendangan yang dilesakkan oleh Kasim masih membentur tiang gawang dan gol yang diidamkan masih belum tercipta melalui peluang pertama itu. PSIM Yogyakarta yang biasanya bermain agresif sedikit berbeda. Mereka sangat berhati-hati dalam melakukan serangan dan tidak melakukan serangan dengan tergesa-gesa.

Meski bermain hati-hati, PSIM Yogyakarta tetap mendapatkan beberapa peluang untuk menciptakan gol baik dari skema serangan maupun dari bola mati. Tetapi, peluang yang didapatkan masih jauh dari gawang yang dijaga oleh Rendy Oscario karena kokohnya lini pertahanan Semen Padang FC.

Pada menit ke-35, PSIM Yogyakarta terpaksa harus kehilangan satu pemainnya usai pelanggaran keras yang terjadi di area kotak penalti Semen Padang FC.

Fahrezq Sudin diusir dari lapangan. Tetapi, Semen Padang FC juga harus kehilangan Samuel Kristianson yang harus dilarikan dengan ambulans dan digantikan oleh Riki Ahriansyah.

Setelah kehilangan satu pemain, PSIM Yogyakarta menarik mundur para pemainnya dan Semen Padang FC semakin leluasa melesatkan serangan.

Meski begitu, hingga akhir babak pertama, Semen Padang FC masih belum bisa menciptakan gol ke gawang PSIM Yogyakarta dan skor masih tetap 0-0.

2. Babak kedua

Laga Semen Padang vs Malut United (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Memasuki babak kedua, PSIM Yogyakarta memilih untuk bermain bertahan dan tidak memberikan ruang untuk Semen Padang FC melakukan serangan dengan leluasa ke lini pertahanannya.

6 sampai 8 pemain selalu berada di lini pertahanan untuk menghadang setiap serangan yang dilesatkan oleh para pemain Semen Padang FC.

Meski telah memiliki peluang lebar untuk melakukan serangan, Semen Padang FC hanya mampu menciptakan beberapa peluang saja ke arah gawang yang dijaga Cahya Supriadi.

Rapatnya lini pertahanan tersebut membuat pemain Semen Padang FC kewalahan untuk membongkar tembok tersebut. Peluang yang diciptakan hanya melalui umpan crossing saja.

Memasuki menit ke-50, Dejan Antonic mencoba mengganti strategi dengan memasukkan Maicon dan Zidane Pramudya untuk menggantikan Ravi dan Firman Juliansyah.

Memasuki menit ke-70, PSIM Yogyakarta mulai melakukan serangan. Tetapi tidak mengendorkan lini pertahanannya yang dihuni oleh 6 orang pemain. Bahkan, PSIM dengan 10 orang pemain masih mampu menekan lini pertahanan Semen Padang FC hingga membahayakan gawang Rendy Oscario.

Hingga tambahan waktu, Semen Padang FC masih tidak mampu menciptakan gol ke gawang PSIM Yogyakarta yang hanya bermain dengan 10 pemain.

Hingga akhir babak kedua, gol kemenangan baik oleh Semen Padang FC maupun PSIM Yogyakarta tidak tercipta. Semen Padang FC hanya mampu mendapatkan 1 poin pada laga kandang.

3. Sia-siakan peluang

Laga Semen Padang vs Malut United (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Sejak PSIM Yogyakarta mendapatkan kartu merah, Semen Padang FC banyak menyia-nyiakan peluang yang didapatkan untuk menciptakan gol keunggulan.

Misskomunikasi antarpemain sangat sering terjadi baik di lini belakang, tengah, ataupun lini depan untuk bisa menciptakan gol.

Meski menghadapi 10 pemain PSIM Yogyakarta, Semen Padang FC tidak mampu menciptakan gol kemenangan yang sangat dibutuhkan untuk bangkit dari dasar klasemen.

Editorial Team