Laga Semen Padang vs Malut United (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Di babak pertama, Semen Padang FC bermain tidak terlalu terburu-buru. Hal yang sama juga dilakukan oleh PSIM Yogyakarta. Bola bergulir di tengah lapangan saja. Sejak 5 menit laga berlangsung, Semen Padang FC mulai agresif melakukan tekanan ke lini pertahanan PSIM Yogyakarta dan berupaya menciptakan peluang.
Pada menit yang sama, Kasim Botan memperoleh peluang melalui operan cepat Froise. Pemain nomor punggung 22 tersebut berhasil mengecoh 4 bek lawan yang menjaganya.
Sayangnya, tendangan yang dilesakkan oleh Kasim masih membentur tiang gawang dan gol yang diidamkan masih belum tercipta melalui peluang pertama itu. PSIM Yogyakarta yang biasanya bermain agresif sedikit berbeda. Mereka sangat berhati-hati dalam melakukan serangan dan tidak melakukan serangan dengan tergesa-gesa.
Meski bermain hati-hati, PSIM Yogyakarta tetap mendapatkan beberapa peluang untuk menciptakan gol baik dari skema serangan maupun dari bola mati. Tetapi, peluang yang didapatkan masih jauh dari gawang yang dijaga oleh Rendy Oscario karena kokohnya lini pertahanan Semen Padang FC.
Pada menit ke-35, PSIM Yogyakarta terpaksa harus kehilangan satu pemainnya usai pelanggaran keras yang terjadi di area kotak penalti Semen Padang FC.
Fahrezq Sudin diusir dari lapangan. Tetapi, Semen Padang FC juga harus kehilangan Samuel Kristianson yang harus dilarikan dengan ambulans dan digantikan oleh Riki Ahriansyah.
Setelah kehilangan satu pemain, PSIM Yogyakarta menarik mundur para pemainnya dan Semen Padang FC semakin leluasa melesatkan serangan.
Meski begitu, hingga akhir babak pertama, Semen Padang FC masih belum bisa menciptakan gol ke gawang PSIM Yogyakarta dan skor masih tetap 0-0.