Bersikukuh Tolak Sanksi PSSI, Sriwijaya FC Ajukan Hukum Luar Biasa

Palembang, IDN Times - Sriwijaya FC (SFC) masih belum terima keputusan Persatuan Sekbola Seluruh Indonesia (PSSI) soal pengurangan 3 poin. Manajemen Sriwijaya FC tak ingin pasrah menerima keputusan tersebut.
"Kami tidak bisa terima. Sriwijaya FC akan mengupayakan hukum luar biasa berdasarkan Kode Disiplin PSSI melalui Ketum PSSI," ujar Komisaris Sriwijaya FC, Asfan Fikiri, Selasa (7/11/2023).
1. Peluang menuju babak 12 besar makin tipis

Setelah pengurangan poin, klub asuhan Yoyo turun dari klasemen dan gagal melaju ke babak 12 besar. Sriwijaya FC sekarang hanya mengantongi 6 poin. Sedangkan Semen Padang FC berada di puncak klasemen.
Berdasarkan esekusi pemberlakuan sanksi Komite Disiplin PSSI, Sriwijaya FC dinyatakan kalah 0-3 dari Semen Padang FC.
PSSI menjatuhkan sanksi pengurangan poin terhadap SFC atas pengajuan Semen Padang FC soal strating eleven saat laga berlangsung pada Minggu (1/10/2023). Kemudian Sriwijaya FC pun mengajukan memori banding namun ditolak.
2. Manajemen kecewa kebijakan yang sangat merugikan Sriwijaya FC

Menurut Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC, Faisal Mursyid, kebijakan PSSI sangat merugikan skuad Elang Andalas dan membuat mental pemain Laskar Wong Kito menurun.
"Kebijakan PSSI sudah keterlaluan dan merugikan SFC, sangat kecewa atas keputusan yang ditetapkan," kata dia.
3. Mental pemain menjadi turun

Pelatih Sriwijaya FC, Muhammad Yusup Prasetyo atau Yoyo, menyebut para pemain mengalami kegelisahan. Namun ia meyakini kondisi tim akan baik-baik saja karena mereka selalu mendapatkan motivasi positif.
"Mental pemain harus kita siapkan juga, agar tidak terganggu dengan masalah luar selain fokus bermain game dan menatap laga berikutnya," kata Yoyo kepada IDN Times.
















