3 Sebab Sumsel United kalah 2-0 dari Persiraja Banda Aceh

- Sumsel United kalah 2-0 dari Persiraja Banda Aceh pada pekan ke-23 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Sabtu malam.
- Dua pemain kunci, Diego Dall'Oca dan Nathan Fariel Kesuma, cedera di babak pertama sehingga ritme permainan tim terganggu dan konsentrasi menurun.
- Cedera beruntun termasuk Lee Yu Jun membuat pertahanan Sumsel United error dan kehilangan fokus, yang akhirnya dimanfaatkan lawan untuk mencetak dua gol.
Palembang, IDN Times - Sumsel United kembali menelan kekalahan dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-23. Laskar Juaro kalah 2-0 usai ditaklukkan Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala, Sabtu (4/4/2026) malam kemarin.
Kekalahan Sumsel United di duel klub Sumatra bukan tanpa alasan. Sebab tim baru asal Sumatra Selatan ini masih banyak memiliki kelemahan saat berlaga. Meski saat ini anak asuh Nilmaizar berada di peringkat empat dalam papan klasemen.
1. Dua pemain inti Sumsel United alami cedera

Menurut Asisten Pelatih Sumsel United, Amirul Mukminin, ada tiga sebab utama Rachmad Hidayat dan rekan tak mampu meraih poin di kandang Persiraja Banda Aceh.
"Pertama karena cedera sejumlah pemain. Khususnya dua pemain kunci Diego Dall'Oca dan Nathan Fariel Kesuma di pertengahan babak pertama saat berlaga," katanya, Minggu (5/4/2026).
2. Sumsel United kehilangan ritme permain usai pemain cedera

Kemudian lanjut Amirul, kekalahan 2-0 dari tendangan pemain lawan Asgal Habib pada menit ke-4 dan Fitra Ridwan pada menit ke-76 juga membuat Sumsel United sempat terpecah konsentrasi.
"Hilangnya dua pemain kunci kami di babak pertama cukup memengaruhi ritme permainan dan kekuatan tim kami," jelas dia.
3. Pertahanan Sumsel United mengalami error

Lalu, akibat cedera sejumlah pemain, kondisi tim makin memburuk. Tak hanya dua pemain inti, setelahnya, pemain lain, yakni Lee Yu Jun, juga mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada awal babak kedua di menit ke-56.
"Karena dari hasil observasi, pemain yang mengalami cedera itu tidak mungkin dipaksakan untuk tetap bermain. Itu untuk kebaikan pemain sendiri dan tim. Sehingga lini pertahanan hilang arah," kata Amirul.
Menurut mantan pemain Barito Putra ini, kekalahan tim asuhannya disebabkan oleh permasalahan personal error dari pemain, khususnya di lini belakang. Sehingga membuat mereka tidak fokus dalam menjaga lini pertahanan.
"Memang ada sedikit error di sisi pertahanan kami, yang menyebabkan pemain kehilangan fokus. Ketika tim kami diserang oleh tim lawan. Kami akan memperbaiki semua kelemahan tim sebelum menghadapi laga selanjutnya," jelas dia.















