3 Fakta Sriwijaya FC Pasca Liga 2 Musim 2024/2025 Berakhir

- Sriwijaya FC (SFC) siap gelar RUPS setelah lolos dari degradasi Liga 2 musim 2024/2025
- RUPS dijadwalkan pada 28 Februari 2025 untuk evaluasi manajemen dan direksi klub
- PT Digi Sport Asia akan melakukan perombakan internal tim dan menyelesaikan tunggakan dana sebesar Rp 6,5 miliar
Palembang, IDN Times - Pasca Liga 2 musim 2024/2025 berakhir dan Sriwijaya FC (SFC) lolos jeratan degradasi, kini klub kebanggaan warga Sumatra Selatan (Sumsel) ini bersiap menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Melansir informasi laman facebook Sriwijaya News, PT Digi Sport Asia yang saat ini mengelola klub Laskar Wong Kito bersiap menentukan langkah dalam pengurusan saham dan manajemen.
1. RUPS diagendakan berlangsung 28 Februari 2025

Berdasarkan kabar tersiar, Sriwijaya FC akan menggelar RUPS pada 28 Februari 2025. Agenda RUPS itu, sebagai bentuk evaluasi klub untuk kemajuan Sriwijaya FC musim depan.
Tak hanya teknis pengelolaan dan sistem manajemen, PT Digi Sport Asia juga akan evaluasi direksi di PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang juga mengelola sebagian saham SFC.
2. PT SOM belum tahu jadwal jelas RUPS

Telah menjadwalkan agenda RUPS pada akhir Februari 2025, pihak PT SOM menyebutkan jika mereka belum menerima informasi waktu pelaksanaan RUPS, yang akan menjadi momen evaluasi menyeluruh terhadap semua manajemen.
Secara persiapan, metode dan rekrutmen kepengurusan klub Sriwijaya FC serta pelatih dan pemain musim depan juga belum ada kejelasan. Sementara yang bisa dipastikan adalah perombakan internal tim.
3. Teknis perombakan jadi tanggung jawab PT Digi Asia Sport

Teknis perombakan manajemen dan internal tim memang menjadi tanggung jawab PT Digi Asia Sport. Apalagi perusahaan tersebut sebagai pemegang saham mayoritas Sriwijaya FC dan memiliki kewenangan penuh menyusun organisasi internal Sriwijaya FC musim depan.
Diketahui sepanjang kompetisi 2024, PT Digi Sport Asia mengklaim mengurus Sriwijaya FC dengan total dana yang dikeluarkan sebesar Rp 6,5 miliar, di luar tunggakan gaji ofisial, pemain dan pelatih Laskar Wong Kito yang belum tuntas.
Meski persoalan itu belum kelar, PT Digi Sport Asia memastikan semua tunggakan akan diselesaikan dan dilunasi dalam waktu dekat. Permasalahan finansial klub secara umum tidak hanya terjadi pada SFC melainkan klub lain di Liga 2 dan 1.

















