3 Fakta Sriwijaya FC Jelang Laga Kontra PSMS Medan

- Sriwijaya FC membayar gaji pemain yang menunggak tiga bulan, memberikan motivasi jelang laga kontra PSMS Medan.
- Kapten tim, Tegar Hening Pangestu, bisa bergabung setelah menjalani hukuman kartu merah dalam pertandingan sebelumnya.
- Pemain Sriwijaya FC melakukan latihan fisik dan trial kemampuan bersama pemain pinjaman afiliasi klub Bandung untuk persiapan laga terakhir.
Palembang, IDN Times - Sriwijaya FC dijadwalkan menghadapi laga terakhir kompetisi 2024/2025 kontra PSMS Medan, Sabtu (11/1/2025) mendatang. Menyambut pertandingan itu, Elang Andalas menerima sejumlah kabar baik.
Skuad Laskar Wong Kito mendapatkan fakta-fakta positif sebelum laga kontra PSMS Medan. Salah satunya, pemain Sriwijaya FC perlahan dibayarkan gaji yang selama ini menunggak tiga bulan.
1. Gaji pemain Sriwijaya FC sudah dibayarkan satu bulan

Sebelum keberangkatan Sriwijaya FC menuju Medan, Jumat (10/1/2025), pemain Elang Andalas akhirnya menerima gaji. Meski belum dibayarkan sepenuhnya, mereka telah menerima gaji satu bulan.
Gaji tersebut dikirimkan langsung oleh CEO Digi Sport, Prajesta Anggoro. Pembayaran tersebut diharapkan jadi angin segar dan memotivasi pemain Laskar Wong Kito untuk bisa bermain maksimal saat laga terakhir di kandang PSMS Medan.
2. Tegar Pangestu sudah bisa bergabung dengan Sriwijaya FC laga kontra PSMS Medan

Tak hanya soal gaji, Kapten tim, Tegar Hening Pangestu pun bisa bergabung dengan Elang Andalas setelah menjalani hukuman kartu merah yang diterima Tegar pada pertandingan kontra Persiraja.
Tegar Hening Pangestu dihukum larangan bermain selama dua pertandingan setelah mendapat kartu merah langsung dari wasit Irul Hidayat di menit ke-22 pertandingan kontra Persiraja.
3. Pelatih Sriwijaya FC nilai pemain muda dari Bandung belum sesuai harapan

Sriwijaya FC sebelum menghadapi PSMS Medan sudah menjalani latihan fisik dan trial kemampuan bersama pemain pinjaman afiliasi klub Bandung. Elang Andalas bersama pemain Maung Anom dan Bandung United, menjalani pola latihan sama.
Menurut Pelatih SFC Hendri Susilo, semua pemain tidak dibedakan. Sejak awal latihan fisik, setiap pemain diberi waktu 15 menit mengukur kemampuan. Namun kata dia, kemampuan pemain muda bandung belum sesuai harapan standar.
"Kita lihat masih belum sesuai standar, kemungkinan mempertahankan pemain ada, tanpa lapis kedua," katanya, Kamis (9/1/2024).

















