2 Pemain Asing Hengkang, Kondisi Skuad Sriwijaya FC Makin Minimalis

- Krisis finansial menyebabkan pemain asing Sriwijaya FC hengkang, total 11 pemain telah meninggalkan klub.
- Manajemen berupaya mencegah pemain lainnya hengkang dengan membayarkan setengah tunggakan gaji dan pemberian tunjangan natal.
- Suporter Laskar Wong Kito tetap mendukung klub dengan membuka donasi dan memberikan motivasi visual serta verbal kepada para pemain.
Palembang, IDN Times - Kondisi Sriwijaya FC makin mengkhawatirkan pasca satu per satu pemain meninggalkan klub. Terbaru, dua pemain asing Laskar Wong Kito pun memilih hengkang dari klub karena krisis finansial belum juga tuntas.
Gabriel Henrique Silva pemain asal Brazil dan Meghon Valpoort yang pernah merumput di Liga Belanda itu, harus melepas status mereka di tim Sriwijaya FC. Pilihan tersebut terpaksa mereka lakukan, karena keadaan keuangan klub kian sulit.
1. Total 11 pemain meninggalkan Sriwijaya FC

Sebelumnya, Sriwijaya FC mengontrak total 28 pemain untuk berlaga di musim kompetisi 2024/2025. Namun kini sudah 11 pemain hengkang dari tim, termasuk dua pemain asing.
Tak hanya Gabriel Henrique Silva dan Meghon Valpoort, pada 21 Desember 2024 Jandia Eka Putra juga resmi berpamitan dari klub kebanggaan warga Sumatra Selatan.
Nama pemain yang resmi angkat kaki dari Sriwijaya FC adalah Ade Suryana, Chencho Gyeltshen dan Criz Robert Rumbiak. Kemudian pemain senior Abdul Abanda Rahman, Beni Oktovianto, Dendi Agustian, Muhammad Rifaldi dan Manda Cingi.
Akibat kondisi Sriwijaya FC yang makin terpuruk, pemain yang masih bertahan diterpa tuntutan luar biasa. Apalagi sisa pemain yang ada harus menyelesaikan dua laga terakhir pada Januari 2025 sebelum menatap play off degradasi.
2. Manajemen Sriwijaya FC bujuk pemain, bayar setengah tunggakan gaji

Makin banyak pemain yang keluar dari Elang Andalas, manajemen Sriwijaya FC akhirnya berupaya mencari solusi agar pemain yang tersisa tidak meninggalkan klub.
PT Digi Asia Sport yang kini mengelola Sriwijaya FC meyakinkan tim tidak angkat kaki dari klub dengan membayarkan setengah tunggakan gaji dan pemberian tunjangan bagi pemain merayakan natal.
3. Suporter sarankan solusi agar Sriwijaya FC tetap bertahan

Sriwijaya FC dalam waktu dekat masih harus berjuang di laga lanjutan musim 2024/2025. Anak asuh Hendri Susilo itu bakal menghadapi Bekasi FC City yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sabtu (4/1/2025) mendatang pukul 15.30 WIB.
Komposisi pemain yang tak optimal membuat tim harus bekerja keras dan memutar otak bagaimana Sriwijaya FC tetap berlaga meski dalam kondisi buruk akibat kehilangan pemain, namun belum ada jendela transfer pemain pengganti.
Sejumlah saran dari pecinta bola dan tokoh publik pun berdatangan agar Sriwijaya FC tetap bermain. Ketua Askot PSSI Palembang, Muhammad David menyarankan, agar klub menjaring talenta lokal menutupi krisis pemain.
"Kita belum ada dewa penyelamat, belum ada pemain. Bisa (jaring talenta lokal) saja, alternatif sementara," kata dia.
4. Asa suporter Sriwijaya FC berjuang untuk klub kebanggaan

Bagaimanapun kondisi Sriwijaya FC, ternyata kecintaan dan kepedulian suporter terhadap tim legendaris yang pernah menyabet double winner ini tetap kuat. Elemen pendukung Laskar Wong Kito sampai saat ini masih membuka donasi untuk tim.
Ketua Harian Singa Mania Muhammad Rocky mengatakan, selain motivasi visual dan verbal, inisatif suporter mengumpulkan dana untuk para pemain Sriwijaya FC konsisten mereka lakukan.
Bahkan pada laga terakhir di tahun 2024 kontra Persikabo Kamis (19/12/2024) lalu, suporter Singa Mania berhasil mengumpulkan total Rp6,7 juta untuk pemain agar mereka semangat berlaga. Meski hasil pertandingan skor kacamata.
"Kami berharap sekali ada bantuan (untuk Sriwijaya FC) kami sudah berusaha menunjukkan kepedulian dan kecintaan. Saat memberi di laga Persikabo kami datang sendiri ada enam orang perwakilan pakai uang pribadi ke sana (Laga Persikabo) naik transportasi darat," jelas dia.
Sriwijaya FC kini masih menyisakan dua laga pada awal Januari, mampukah klub ini bertahan hingga akhir, atau ancaman klub bubar makin besar?



















