Comscore Tracker

Tak Sekadar Aman, Polisi Pariwisata Patut Beri Wisatawan Rasa Nyaman  

Poltekpar Palembang-Ditpam Obvit Polda Sumsel gelar bimtek

Palembang, IDN Times - Polisi Pariwisata mungkin asing terdengar di telinga masyarakat Sumatra Selatan (Sumsel). Padahal, perannya dianggap penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam iklim pariwisata.

Demi meningkatkan kualitas polisi pariwisata di Bumi Sriwijaya, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpam Obvit) Polda Sumsel menggelar bimbingan teknis atau bimtek, Jumat (20/11/2020).

"Kami ingin memberikan pemahaman dasar kepada SDM pariwisata. Kita juga tidak bisa bekerja sendiri perlu bahu membahu membangkitkan iklim pariwisata," kata Zulkifli Harahap, Direktur Poltekpar Palembang.

1. Polisi pariwisata memberi rasa aman dan nyaman

Tak Sekadar Aman, Polisi Pariwisata Patut Beri Wisatawan Rasa Nyaman  Direktur Politeknik Pariwisata Palembang, Zulkipli Harahap (IDN Times/Rangga Erfizal)

Zulkifli menjelaskan, pihaknya sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), membantu pemerintah daerah maupun polisi untuk bersinergi membangkitkan pariwisata Sumsel pasca pandemik nantinya.

Lewat bimtek, polisi pariwisata di lingkungan Polda Sumsel didorong agar lebih memahami dunia kepariwisataan. Sebagai polisi pariwisata, hal yang utama tak sekedar memberi rasa aman tapi juga kenyamanan lewat ramah tamah kepada wisatawan. 

"Tugas polisi memang menjaga kamtibmas, tapi jika berbicara pariwisata ada unsur kenyamanan juga. Polisi pariwisata harus berbeda karena mereka menghadapi wisatawan yang menginginkan rasa aman dan nyaman juga," ungkapnya. 

Baca Juga: Tingkatkan Sistem Pendidikan, Poltekpar Palembang Harus Terapkan Ini

2. Bangun iklim pariwisata aman hadapi normal baru

Pemahaman yang selaras akan membentuk frekuensi dalam satu visi bersama. Poltekpar Palembang menyarankan pemerintah dan pegiat pariwisata membangun iklim yang aman, sehingga wisatawan lokal dan internasional dapat percaya untuk datang.

"Semua elemen masyarakat harus berperan aktif, sehingga semua orang yang hadir lewat agenda wisata akan menantikannya lagi. Kalau dari awal tidak aman akan membuat kunjungan wisata semakin turun," tutup dia.

3. Polisi pariwisata disiapkan untuk memberi pelayanan bagi wisatawan

Tak Sekadar Aman, Polisi Pariwisata Patut Beri Wisatawan Rasa Nyaman  Dirpamobvit Polda Sumsel, Kombes Pol Mirzal Alwi (IDN Times/Rangga Erfizal)

Direktur Pam Obvit Polda Sumsel, Kombes Pol Mirzal Alwi menambahkan, polisi pariwisata tak hanya bertugas menjaga keamanan tempat-tempat yang menjadi destinasi wisatawan. Ia berujar, polisi pariwisata didorong untuk menjadi lebih humanis saat bertugas. 

"Polisi pariwisata dikhususkan agar pengunjung yang datang, baik wisatawan lokal dan mancanegara, dapat merasa nyaman dan aman," ungkapnya.

Untuk mewujudkan polisi pariwisata yang humanis, Mirzal menuturkan, pihaknya akan menyesuaikan kebutuhan anggota di lapangan. Personelnya tak akan lagi memakai baju dinas kepolisian, tidak membawa senjata seperti saat menjaga objek vital. Selain itu, polisi pariwisata harus dibekali kemampuan berbahasa asing untuk memudahkan komunikasi dengan wisatawan.

"Kita ubah semua seragamnya, tidak mungkin di tengah terik mereka memakai baju ketat dan berdasi. Pokoknya semua murni pelayanan yang akan diberikan polisi pariwisata," jelas dia.

4. Polda akan libatkan polisi di daerah untuk mengamankan tempat wisata

Tak Sekadar Aman, Polisi Pariwisata Patut Beri Wisatawan Rasa Nyaman  Situasi aktivitas warga Palembang di pinggiran Sungai Musi bawah Jembatan Ampera (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Di tengah kondisi pandemik, polisi Pariwisata akan bekerja sama memulihkan kondisi pariwisata di Sumsel yang terseok. Mereka menggandeng Poltekpar Palembang serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk menyusun metode menggerakkan lagi pariwisata.

"Banyak permasalahan akibat COVID-19 ini, tapi kita harus cari inovasi bersama bagaimana menyelesaikannya, desainnya seperti apa. Karena pariwisata itu kuncinya di promosi," jelas dia.

Tak hanya promosi, untuk memastikan wisatawan datang ke Sumsel, menurutnya perlu meyakinkan bahwa pandemik sudah dapat diatasi. Keyakinan itu dibangun lintas instansi agar wisatawan merasa aman. 

"Kita ada banyak personel, ada mobil patroli yang dapat digunakan. Personel pun bisa dari seluruh polres karena anggota kita tersebar. Intinya, polisi pariwisata dapat menjamin masyarakat melaksanakan protokol kesehatan," jelas dia.

Baca Juga: Tertarik Ikutan? Poltekpar Palembang Bersama PCPI Gelar Battle Chef 

Topic:

  • Rangga Erfizal
  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya