5 Gajah Sumatra di OKU Selatan Akan Dipindahkan ke SM Gunung Raya

- Pemindahan gajah sumatra untuk mencegah konflik dengan manusia dan memastikan kelangsungan hidup gajah di habitat yang sesuai.
- Konflik antara manusia dan satwa dilindungi sering terjadi di OKU Selatan, persiapan translokasi harus cermat dan melibatkan sosialisasi kepada masyarakat sepanjang rute translokasi.
- Lima gajah betina akan dipindahkan ke Blok Manduriang setelah kajian teknis, pemeriksaan lokasi komprehensif, dan pemantauan serta pemeliharaan tetap dilakukan pasca-pemindahan.
Ogan Komering Ulu Selatan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana translokasi lima ekor gajah sumatra ke kawasan Suaka Margasatwa (SM) Gunung Raya.
Lima individu gajah sumatra ini sebelumnya dilaporkan meresahkan warga di Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan. Kawanan gajah ini kerap memasuki permukiman dan menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat sekitar.
1. Pemindahan mencegah konflik gajah-manusia

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab OKU Selatan, Zulfakar Dhani mengatakan, pemindahan ini bertujuan untuk mencegah konflik gajah-manusia yang sering terjadi, sekaligus memastikan kelangsungan hidup gajah di lingkungan yang sesuai. Persiapan translokasi ini sedang dimatangkan oleh Pemkab OKU Selatan bersama BKSDA Sumsel.
"Kami tengah mematangkan persiapan translokasi. Pemindahan gajah liar ini akan dilakukan ke kantong habitat baru di kawasan Suaka Margasatwa Gunung Raya," ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
2. Lokasi penampungan sementara diminta steril dari aktivitas warga

Zulfakar menambahkan, konflik antara manusia dan satwa dilindungi tersebut memang sering kali terjadi di wilayah OKU Selatan. Insiden masuknya kawanan gajah liar ke permukiman warga kerap menimbulkan keresahan di Kecamatan Buay Pemaca dan Buana Pemaca.
"Proses translokasi harus dirancang secara cermat guna menghindari dampak negatif, baik bagi masyarakat maupun bagi gajah itu sendiri. Perlu disiapkan beberapa skenario. Ada hal-hal di lapangan yang tidak bisa diprediksi. Sehingga kita harus benar-benar siap,” jelasnya.
Selain menyiapkan jalur pemindahan, sosialisasi kepada masyarakat di sepanjang rute translokasi juga dianggap krusial. Lokasi penampungan sementara diminta steril dari aktivitas warga, bahkan rencana pemasangan pagar kejut sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari pengamanan.
3. Lima gajah betina akan dipindahkan ke Blok Manduriang

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono menjelaskan, lima gajah betina tersebut rencananya akan dipindahkan ke Blok Manduriang. Area ini merupakan bagian dari wilayah Kecamatan BPR Ranau Tengah, yang termasuk dalam kawasan Suaka Margasatwa Gunung Raya. Maka proses translokasi tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa.
"Berbagai kajian teknis, pemeriksaan lokasi yang komprehensif, dan kesiapan habitat baru menjadi faktor penting yang harus dipastikan sebelum pemindahan dilakukan. Kita harus memastikan semuanya aman. Bahkan setelah gajah berhasil dipindahkan, pemantauan dan pemeliharaan tetap dilakukan," ucapnya.
4. Koordinasi antarinstansi maksimalkan proses translokasi

Yusmono berharap koordinasi yang kuat antarinstansi dapat menjadikan proses translokasi ini maksimal. Keberhasilan translokasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan konflik gajah-manusia di OKU Selatan.
Dengan adanya translokasi ini, diharapkan harmoni antara manusia dan satwa liar di OKU Selatan dapat kembali terjaga. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan di mana kedua belah pihak dapat hidup berdampingan tanpa konflik.
"Langkah strategis ini mencerminkan upaya serius pemerintah daerah dan lembaga konservasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ini juga merupakan bentuk perlindungan terhadap Gajah Sumatra sebagai satwa yang dilindungi," terangnya.

















