Comscore Tracker

Mengenal 5 Teknologi PLN di Palembang, Ada Sistem Zero Down Time

Komitmen PLN tingkatkan pelayanan

Palembang, IDN Times - Listrik menjadi satu di antara beberapa kebutuhan pokok bagi manusia. Apalagi sekarang teknologi energi listrik makin berinovasi. Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan masyarakat, Perusahaan Listrik Negara (PLN) selalu memberi pembaruan program.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Palembang, Nanang Prasetyo mengatakan, pembaruan energi listrik hadir seiring kebutuhan teknologi yang dicari publik.

"Baik dari PLN, badan usaha milik negara lain yang berkaitan, saling bergandengan dengan pemerintah setempat atau masyarakat," ujarnya kepada IDN Times, Rabu (24/2/2021).

1. PLN jalankan sejumlah pilot project dan pembaruan energi listrik

Mengenal 5 Teknologi PLN di Palembang, Ada Sistem Zero Down TimeManager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Palembang, Nanang Prasetyo (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

PLN Kota Palembang sudah memiliki sejumlah teknologi listrik terbaru, antara lain yang sudah berjalan dan masih dalam rencana atau pilot project. Program teknologi listrik tersebut juga hadir berdasarkan arahan nasional, serta inovasi dari instansi daerah masing-masing.

"Ada pilot project budidaya hidroponik menggunakan lampu UV yang masuk CSR, teknologi kendaraan listrik, menghadirkan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum), dan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), serta teknologi Zero Down Time," kata dia.

2. Pilot project sinar UV masih dalam penelitian

Mengenal 5 Teknologi PLN di Palembang, Ada Sistem Zero Down TimeKantor PLN Palembang di Jalan Kapten A Rivai (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Nanang menyampaikan, pembaruan listrik pada pilot project budidaya hidroponik masih dalam penelitian. Secara teknis, teknologi yang diterapkan adalah cara tanaman hidroponik tetap tumbuh tanpa bantuan sinar matahari namun digantikan sinar lampu ultraviolet (UV).

"Karena di Jepang sudah ada yang berhasil, apalagi mereka tidak memiliki lahan outdoor. Ini jadi acuan kita juga untuk sukses," ujarnya.

Faktor cuaca yang tidak menentu kata Nanang, mendorong lampu UV bisa digunakan pada malam hari untuk pertumbuhan tanaman.

"Hipotesa kami bahwa UV bisa mempercepat pertumbuhan. Prinsipnya bisa berkembang (hidroponik) cuma air, nutrisi, dan matahari tercukupi," timpal dia.

Baca Juga: PLN Sumbagsel Sebut Pengaduan Keluhan Kurang dari 10 Persen

3. Pembaruan energi listrik hadir pada kendaraan ramah lingkungan

Mengenal 5 Teknologi PLN di Palembang, Ada Sistem Zero Down TimeMotor listrik di Kantor PLN Palembang Jalan Kapten A Rivai (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Berbeda dengan pilot project budidaya hidroponik menggunakan sinar UV, pembaruan teknologi listrik pada kendaraan adalah program nasional. Namun pihaknya juga turut mengembangkan potensi inovasi tersebut.

"Kendaraan listrik seperti motor dan mobil listrik kita hadirkan juga. Motor listrik yang dijual dengan Rp17.500.000 ini, bisa hidup dengan jarak tempuh 60-70 kilometer," jelas dia.

Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik sepeda motor memiliki komponen penggerak yang relatif lebih sedikit. Hanya terdiri dari tiga unit, yakni motor penggerak, baterai, dan sistem kelistrikan.

Kendaraan listrik hanya memerlukan dua biaya penting yang harus dihitung, yakni pemakaian listrik untuk isi ulang baterai dan pemakaian baterai yang dikorelasikan dengan usia pakai. Sistem pembaruan listrik kata Nanang, terletak pada pengisian baterai seperti mode telepon seluler.

"Cukup charger 6 jam, baterai terisi penuh. Kita tinggal tidur, besoknya bisa dipakai," timpalnya.

4. Layanan SPLU dan SKPLU sinergitas pembaruan energi dan kebutuhan kendaraan listrik

Mengenal 5 Teknologi PLN di Palembang, Ada Sistem Zero Down TimeSPKLU di Kantor PLN Palembang Jalan Kapten A Rivai (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Hadirnya kendaraan listrik tentu berkaitan dengan pembaruan energi listrik SPLU dan SPKLU. Secara fungsi, keduanya sama-sama digunakan untuk mengisi baterai. SPLU PLN bisa menjadi semacam kios bensin bagi kendaraan listrik untuk mengisi ulang daya.

Masing-masing SPLU memiliki spesifikasi berbeda yang terbagi dalam normal charging, fast charging, dan varian yang paling ngebut disebut dengan SPLU ultra fast charging.

Pada SPLU normal charging, perangkat mampu mengalirkan daya kurang lebih 22 kW. Lalu SPLU fast charging menyalurkan arus 22-43 kW (AC) atau 53 kW (DC), sedangkan SPLU ultra fast dibekali kemampuan arus sebesar 120-250 kW (DC).

Kemudian SPKLU merupakan pengisian daya dari berbagai tipe mobil listrik di Indonesia. SPKLU hadir mendukung pemerintah mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik untuk melayani masyarakat langsung.

"Kalo SPKLU, teknologi kendaraan listrik yang membutuhkan waktu 20 menit untuk mengisi daya baterai dan kembali beroperasi. Awal operasinya ini kita gratiskan," jelas dia.

5. Sistem Zero Down Time jadi teknologi listrik terbaru di JSC Palembang

Mengenal 5 Teknologi PLN di Palembang, Ada Sistem Zero Down TimeManager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Palembang, Nanang Prasetyo (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Nanang menerangkan, inovasi paling baru teknologi listrik PLN Palembang adalah sistem Zero Down Time (ZDT). Pembaruan ini merupakan upaya menurunkan keluhan pelanggan terkait pemadaman tenaga listrik.

Biaya investasi yang dikeluarkan dalam program ini cukup besar, sehingga percontohan Zero Down Time diuji coba pada kawasan dengan revenue tinggi, serta kawasan VVIP serta tingkat gangguan di atas Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).

"Untuk di Palembang baru di JSC (Jakabaring Sport City) karena areanya banyak menyelenggarakan even nasional, dan ini membawa nama daerah ke internasional. Tentunya kita harus memberikan yang terbaik," terang dia.

Secara teknis, teknologi Zero Down Time berkonfigurasi dengan energi matahari yang
harus dikonversi ke energi listrik untuk bisa digunakan pada peralatan teknologi lainnya.

"Tidak ada masalah dalam pemadaman. Kalau ada gangguan aliran, listrik bisa langsung dipasok lagi. Distribusi listrik bisa 20 kv, sistem proteksi secara diferensial degan teknis lokalisir SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition)," tandas dia.

Baca Juga: PLN Mampu Hemat Rp4 Triliun setelah Ubah Pemakaian BBM Menjadi Gas

Topic:

  • Feny Maulia Agustin
  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya