Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dinkes Sumsel Catat 907 Kasus Baru HIV/AIDS Sepanjang 2025

ilustrasi HIV (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi HIV (pexels.com/Anna Shvets)
Intinya sih...
  • Kasus HIV/AIDS di Sumsel terus meningkat
  • Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi
  • Dinkes Sumsel melibatkan berbagai pihak untuk mencapai target bebas HIV/AIDS pada 2030
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Selatan mencatat, ada 907 kasus baru HIV dan AIDS sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 992 kasus.

"Mereka yang terinfeksi HIV (tahun 2025) mencapai 609 orang dan AIDS 298 orang," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa Ogatiyah, Selasa (20/1/2026).

1. Kasus HIV/AIDS tertinggi ada di ibu kota provinsi

Ilustrasi HIV AIDS (Dok. Kemenkes)
Ilustrasi HIV AIDS (Dok. Kemenkes)

Berdasarkan data tersebut, angka kasus HIV/AIDS di Sumatra Selatan masih tergolong mengkhawatirkan karena cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Perilaku seksual berisiko masih menjadi faktor utama penyebaran virus tersebut.

Dari data Dinkes Sumsel, kasus HIV/AID 2021 berkisar 321 kasus. Kemudian Kemudian 2022 sebanyak 639 kasus dan 2023 ada 846 kasus. Lalu, pada 2024 naik menjadi 992 kasus.

"Kasus infeksi baru pada 2025 paling banyak terjadi di Palembang dengan total 451 orang dengan rincian HIV 335 orang dan AIRD 116 orang," jelas dia.

2. Rincian wilayah dengan kasus HIV/AIDS

ilustrasi HIV (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi HIV (pexels.com/Anna Shvets)

Selain Palembang, kasus HIV dan AIDS di Sumsel pada 2025 paling banyak terjadi di Lubuk Linggau dengan 75 kasus, terdiri atas 46 kasus HIV dan 29 kasus AIDS. Disusul Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 64 kasus (44 HIV dan 20 AIDS), OKU Timur 49 kasus (24 HIV dan 25 AIDS), serta Muara Enim 44 kasus (23 HIV dan 21 AIDS).

Sementara itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kota Prabumulih masing-masing mencatat 33 kasus. Di OKI, terdiri atas 22 kasus HIV dan 11 AIDS, sedangkan di Prabumulih 19 kasus HIV dan 14 AIDS. Kabupaten Lahat mencatat 31 kasus (22 HIV dan 9 AIDS), Banyuasin 29 kasus (17 HIV dan 12 AIDS), Musi Rawas 26 kasus (21 HIV dan 5 AIDS), serta OKU 21 kasus (15 HIV dan 6 AIDS).

Adapun wilayah dengan jumlah kasus lebih rendah antara lain Empat Lawang sebanyak 15 kasus (4 HIV dan 11 AIDS), Ogan Ilir 12 kasus (8 HIV dan 4 AIDS), OKU Selatan 8 kasus (1 HIV dan 7 AIDS), Kabupaten PALI 7 kasus (6 HIV dan 1 AIDS), Kota Pagar Alam 6 kasus (1 HIV dan 5 AIDS), serta Musi Rawas Utara (Muratara) dengan 3 kasus (1 HIV dan 2 AIDS).

3. Dinkes Sumsel melibatkan sejumlah pihak lintas intansi untuk menuju 2030 bebas HIV/AIDS

Ilustrasi AIDS
Ilustrasi AIDS (freepik.com/freepik)

Diberitakan sebelumnya Kadinkes Sumsel, Trisnawarman mendorong pencegahan penularan HIV/AIDS melalui kolaborasi lintas sektor seperti, Dinkes kabupaten/kota, dinas pendidikan, PKK. orang tua dan pihak swasta. Adapun target besar 2030 dimana tidak ada lagi kasus ODHA.

"Orangtua harus memperhatikan pendidikan anak baik di sekolah maupun di luar sekolah. Pendidikan agama anak-anak ditanamkan sejak dini, sesuai agama masing-masing dengan agama yang kuat diharapkan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Jalan Khusus Batu Bara Dibangun, Pemprov Sumsel Klaim Hasil Positif

20 Jan 2026, 14:48 WIBNews