Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Janji Dibuka Februari 2025 Lalu, Wisata Tower Ampera Batal untuk Umum?

(Pemandangan dari atas Tower Ampera) IDN Times/Feny Maulia Agustin
(Pemandangan dari atas Tower Ampera) IDN Times/Feny Maulia Agustin
Intinya sih...
  • Wali Kota Palembang menegaskan, Wisata Tower Ampera belum dibatalkan, tapi masih menunggu pemindahan aset dan izin dari balai jalan.
  • Pemkot Palembang butuh izin dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengelola Wisata Tower Ampera sebagai sumber pendapatan daerah.
  • Pengelola utama Jembatan Ampera adalah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Selatan yang bertanggung jawab atas izin dan pemeliharaan wisata tersebut.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Wisata Tower Ampera Palembang yang sempat dijanjikan operasional dan dibuka untuk umum pada 1 Februari 2025 lalu, hingga Januari 2026 ini masih belum berizin dan ada kejelasan. Padahal sebelumnya, wisata tersebut digadang-gadang bakal jadi potensi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bumi Sriwijaya.

Akibat belum adanya kejelasan dan info lebih lanjut, warga pun berasumsi jika Wisata Tower Ampera Palembang hanya jadi janji pemerintah kota dan menimbulkan opini bila rencana wisata itu batal dibuka untuk masyarakat umum.

1. Aset Jembatan Ampera bukan hak Pemkot Palembang

Pengunjung Wisata Tower Ampera Palembang
Pengunjung Wisata Tower Ampera Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menanggapi hal itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan, jika Wisata Tower Ampera bukan dibatalkan, tetapi masih menunggu pemindahan aset dan izin dari balai jalan.

"Jadi (Wisata tower) Ampera masih tanggung jawab BBPJN (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional), dua tower itu. Kenapa itu belum diresmikan, karena asetnya belum diserahkan ke kota Palembang," katanya, Senin (19/1/2026).

2. Pemkot masih tunggu progres aset Jembatan Ampera

Pengunjung Wisata Tower Ampera Palembang
Pengunjung Wisata Tower Ampera Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dewa menambahkan, tidak ada niat Pemkot Palembang sengaja menunda operasional wisata tersebut. Sebab dalam pembukaan Wisata Tower Ampera, pemkot butuh izin dari Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini kata dia, statusnya masih dalam proses pinjam pakai untuk diterbitkan.

Ia menyebut, pemkot pun ingin mengelola Wisata Tower Ampera secara penuh dan menjadikan ikon Palembang itu sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Tetapi lanjutnya, pengelolaan masih belum dilimpahkan sehingga pemkot masih tidak bisa mengelola secara menyeluruh.

"Kalau kita punya keinginan untuk PAD, tetapi dari pihak balai besar pelaksana jalan nasional dan Gubernur Sumsel (Herman Deru) yang sudah menelepon, kita masih menunggu tindak lanjutnya dan progresnya," jelas dia.

3. BBPJN Sumsel bertanggung jawab dalam perawatan Jembatan Ampera

Pengunjung Wisata Tower Ampera Palembang
Pengunjung Wisata Tower Ampera Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Diketahui, pengelola utama Jembatan Ampera Palembang adalah milk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Selatan dan merupakan tanggung jawab dari naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sehingga untuk urusan izin harus melalui keputusan pihak terkait.

"Karena BBPJN Sumsel bertanggung jawab atas pemeliharaan, perawatan, dan revitalisasi jembatan, termasuk kegiatan rutin seperti pembersihan, pengecatan, pengecekan struktur, serta pembangunan fasilitas pendukung seperti lift otomatis," jelas Dewa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Pascabanjir, Jalan Lintas Lembah Anai Sumbar Dibuka Total Juli 2026

19 Jan 2026, 17:59 WIBNews