Warga Musi Rawas Cemas Puluhan Gajah Datang ke Kebun Sawit dan Karet

- Jarak masuknya gajah dengan pemukiman warga cukup dekat, membuat warga merasa cemas dan was-was.
- Pohon karet dan sawit cukup banyak dirusak oleh kawanan gajah, meskipun warga sudah berupaya mengusir mereka.
- Petugas dari BKSDA sempat datang ke lokasi dan memberikan pelatihan teknik penggiringan gajah kepada satuan tugas setempat
Musi Rawas, IDN Times -Warga Desa Tri Anggun Jaya, kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, mengakui dihantui ketakutan setelah kawanan gajah mendekati pemukiman dan menyerbu perkebunan warga sejak beberapa hari terakhir. Selain merusak tanaman, keberadaan puluhan hewan liar ini membuat warga takut untuk pergi ke kebun tepatnya di areal SP 9 HTI.
Video gerombolan mamalia besar ini beredar di media sosial. Peristiwa ini sontak memicu kekhawatiran akan timbulnya gesekan antara satwa dan warga setempat.
1. Jarak masuknya gajah dengan pemukiman warga cukup dekat

Sekretaris Desa (Sekdes) Tri Anggun Jaya, Parsono mengatakan, biasanya gajah muncul saat malam hari, tapi saat ini sekitar pukul 07.00 WIB sudah masuk ke kebun warga
"Warga merasa cemas dan was-was akibat teror yang disebabkan gajah liar tersebut. Jarak dengan pemukiman warga itu dekat. Jadi warga ini ketakutan," ujarnya, Selasa (20/1/2026).
2. Pohon karet dan sawit cukup banyak dirusak

Parsono menambahkan, perkebunan warga mengalami kerusakan akibat kawanan gajah tersebut. Terutama pohon karet dan sawit cukup banyak dirusak. Warga sudah berupaya mengusir kawanan gajah untuk meminalisir kerusakan, hanya saja hal tersebut belum berpengaruh.
"Pohon karetnya roboh semua. Warga sudah coba mengusirnya dengan cara diteriaki dan pakai mercon spirtus, tapi kawanan itu masih balik lagi. Kadang justru waktu kami usir, kami malah yang dikejar," jelasnya.
3. Petugas dari BKSDA sempat datang ke lokasi dan memberikan pelatihan

Sekdes berharap adanya perhatian serius dan penanganan langsung pihak terkait agar kejaian ini segera teratasi. Warga menurutnya ingin kembali beraktivitas dengan aman tanpa dihantui rasa takut.
"Sebelumnya, petugas dari BKSDA sempat datang ke lokasi dan memberikan pelatihan teknik penggiringan gajah kepada satuan tugas setempat. Namun, kami berharap ada langkah lanjutan yang lebih efektif agar konflik manusia dan satwa liar dapat diminimalisir," ucapnya.


















