TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Viral, Vaksinasi Massal di Palembang Membludak dan Bikin Kerumunan

Vaksinasi ini diinisiasi oleh TNI

Antrean masyarakat yang akan vaksin di sebuah sekolah swasta di Palembang (IDN Times/istimewa)

Palembang, IDN Times - Antrean panjang masyarakat Palembang yang menjalani vaksinasi viral di media sosial (medsos). Tak sedikit masyarakat yang mengantre untuk mendapatkan vaksin sejak pagi hari. Proses vaksinasi yang diinisiasi oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu, digelar di Sekolah Maitreyawira, Jalan Residen Abdul Rozak Palembang.

Animo masyarakat terekam dan dibagikan oleh berbagai akun medsos di Palembang. Banyak masyarakat yang mengomentari kerumunan karena berebut untuk vaksinasi.

"Wah, bisa-bisa dari zona oranye kembali ke zona merah lagi. Padahal kan dilarang berkerumun," tulis netizen di akun medsos Instagram @Palembang_lapor, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga: Angka Kematian Palembang Tinggi, PPKM Level 4 Berlanjut 6 September

1. Dinkes Palembang mengaku tidak terlibat dalam vaksinasi

Antrean masyarakat yang akan vaksin di sebuah sekolah swasta di Palembang (IDN Times/istimewa)

Kerumunan antrean masyarakat yang akan mengikuti vaksin dibenarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang. Hanya saja, pihaknya mengaku tidak bertanggung jawab karena tak dilibatkan dalam proses vaksinasi.

"TNI yang mengadakan, konfirmasi ke sana ya bukan Dinkes, kita gak terlibat," ujar Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Palembang, Mirza Susanty.

2. Kapendam II Sriwijaya sebut animo masyarakat tinggi

Antrean masyarakat yang akan vaksin di sebuah sekolah swasta di Palembang (IDN Times/istimewa)

Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Caj Jono Marjono, membenarkan vaksinasi itu digelar atas kerja sama beberapa pihak untuk membantu pemerintah mewujudkan herd immunity (kekabalan komunal). Menurutnya, pihaknya menargetkan seribu orang yang divaksin.

Menurut Jono, ramainya masyarakat yang mengantre harus dianggap positif. Tingginya animo masyarakat untuk mendapat suntikan pertama, secara langsung membantu upaya menciptakan kekebalan komunal.

"Itu kan animo masyarakat, mereka mulai mengerti pentingnya vaksin khususnya sebagai persyaratan perjalanan, bekerja, dan sebagainya," ujar dia.

3. Keinginan masyarakat tinggi karena sulit vaksin di Palembang

ilustrasi Vaksinasi di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pihak panitia tidak menyangka jika jumlah masyarakat yang hadir begitu banyak. Hal ini tidak lain karena keterbatasan jumlah vaksin di daerah, sehingga mereka datang berduyun-duyun untuk mengikuti vaksinasi massal.

"Target 1.000 orang. Dari panitia itu tahu-tahu seperti itu (membludak), kan animo masyarakat tinggi. Kita sudah berusaha, beberapa kali (digelar vaksinasi) juga tidak masalah. Langsung diberikan pengertian. Mungkin membludaknya ini karena masyarakat susah, karena keterbatasan vaksin," ujar dia.

Baca Juga: Palembang Tak Punya Anggar Bansos, Pengamat: Hapus Tunjangan

Berita Terkini Lainnya