Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Lahat Keluhkan Banjir Diduga Akibat Kerusakan Alam
Kondisi rumah warga usai banjir di Lahat (Dok. IDN Times)

  • Warga Desa Muara Maung, Lahat, mengalami banjir berulang sejak Januari 2026 akibat Sungai Kungkilan tak mampu menampung air hujan deras.
  • Banjir membawa lumpur dan merendam sekitar 10 rumah warga, diduga dipicu kerusakan sungai karena aktivitas tambang batu bara di wilayah hulu.
  • Warga mengeluhkan kondisi sungai yang makin rusak sejak 2018 dan berharap ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk mengatasi banjir berulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
tahun 2018

Banjir pertama terjadi di wilayah Sungai Kungkilan. Sejak saat itu, kondisi sungai terus memburuk dan airnya sering berubah warna akibat lumpur.

Januari 2026

Banjir besar mulai sering terjadi hingga air masuk ke rumah warga di Dusun I, Desa Muara Maung.

akhir Januari 2026

Banjir kembali melanda dan merendam belasan rumah warga. Warga menilai kerusakan sungai disebabkan aktivitas tambang batu bara di hulu.

29 April 2026

Hujan deras mengguyur Lahat pada malam hari dan menyebabkan banjir yang merendam rumah-rumah warga di sekitar Sungai Kungkilan.

30 April 2026

Warga mengeluhkan banjir berulang kepada media dan menjelaskan bahwa genangan air hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras turun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Banjir melanda Dusun I, Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, yang menyebabkan sejumlah rumah warga terendam dan Sungai Kungkilan mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang batu bara di wilayah hulu.
  • Who?
    Warga Dusun I Desa Muara Maung terdampak banjir, termasuk Sumhayana yang rumahnya terendam. Aktivitas tambang batu bara di wilayah hulu disebut sebagai penyebab kerusakan sungai.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Dusun I, Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan.
  • When?
    Banjir terbaru terjadi pada Rabu malam, 29 April 2026, setelah hujan deras beberapa hari berturut-turut mengguyur kawasan tersebut.
  • Why?
    Sungai Kungkilan tidak mampu menampung debit air saat hujan deras karena aliran sungai rusak akibat aktivitas tambang batu bara yang mengubah kondisi alam di bagian hulu.
  • How?
    Hujan deras selama sekitar tiga jam membuat air sungai meluap bercampur lumpur dan merendam hingga sepuluh rumah warga di sekitar bantaran Sungai Kungkilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Lahat ada hujan besar sekali. Air sungai Kungkilan meluap dan masuk ke rumah orang. Banyak rumah jadi kotor dan penuh lumpur. Kata Bu Sumhayana, banjir sering datang karena sungainya rusak oleh tambang batu bara di atas sana. Sekarang warga sedih dan ingin sungainya diperbaiki supaya tidak banjir lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah kesulitan akibat banjir berulang di Dusun I, semangat kebersamaan warga tampak kuat melalui kepedulian mereka terhadap kondisi Sungai Kungkilan. Kesadaran masyarakat yang terus menyuarakan persoalan lingkungan menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap kelestarian alam dan keselamatan bersama, menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik bagi wilayah mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lahat, IDN Times - Warga Dusun I, Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, Sumatra Selatan, mengeluhkan banjir yang terjadi berulang kali hingga membuat pemukiman terendam.

Menurut sejumlah warga, banjir yang terjadi disebabkan Sungai Kungkilan tak mampu menampung volume air akibat kerusakan alam efek tambang batu bara.

"Kalau banjir besar sampai masuk ke rumah sudah tiga kali. Tapi kalau genangan di pekarangan, hampir tiap hujan deras terjadi," ujar salah satu warga, Sumhayana pada Kamis (30/4/2026).

1. Rumah warga sering kebanjiran

Kondisi rumah warga usai banjir di Lahat (Dok. IDN Times)

Terbaru, banjir terjadi pada Rabu (29/4/2026) malam. Ketika hujan deras, terjadi luapan air dari sungai hingga masuk ke dalam rumah.

Menurut Sumhayana yang rumahnya terdampak, sejak Januari 2026 banjir besar sering terjadi, bahkan air masuk ke dalam rumah. "Genangan air sebenarnya lebih sering terjadi setiap kali hujan deras mengguyur," jelas dia.

2. Banjir sebabkan air bercampur lumpur

Ilustrasi banjir (Dok. IDN Times)

Dia menyampaikan, apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi kurang lebih tiga jam, bakal membuat Sungai Kungkilan yang berada di belakang pemukiman tidak lagi mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap disertai lumpur dan merendam hingga 10 rumah warga.

“Airnya bercampur lumpur dan masuk ke rumah, termasuk rumah kami,” katanya.

Sumhayana menambahkan, banjir serupa juga terjadi pada akhir Januari 2026, dan membuat belasan rumah warga terendam. Kata dia, kondisi ini tak terlepas dari kerusakan Sungai Kungkilan dipicu aktivitas industri ekstraktif, khususnya tambang batu bara di wilayah hulu.

3. Warga berharap perhatian serius

Ilustrasi banjir masuk rumah (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Ia menyampaikan, sejak banjir pertama pada tahun 2018 lalu, kondisi Sungai Kungkilan terus memburuk. Selain aliran yang tidak lagi normal, air sungai pun kerap berubah warna akibat bercampur lumpur.

“Sekarang air sungai sering terlihat cokelat, bahkan kehitaman. Itu yang kami lihat setiap hari," jelasnya.

Kondisi memprihatinkan ini, lanjut Sumhayana, warga berharap ada perhatian serius dari pihak terkait untuk menangani persoalan berulang. Apalagi katanya, banjir yang terjadi tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan dan kenyamanan warga

Editorial Team