Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Unsri Kolaborasi Luar Negeri, Pertukaran Pelajar ke Korea-Jepang

Unsri Kolaborasi Luar Negeri, Pertukaran Pelajar ke Korea-Jepang
Wakil Rektor I Bidang Akademik Rujito Agus Suwignyo (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Universitas Sriwijaya memperkuat kolaborasi luar negeri untuk meningkatkan kualitas jurnal penelitian dan akreditasi, termasuk melalui program student exchange ke Korea, Jepang, dan Malaysia.
  • Program pertukaran mahasiswa tahun 2026 melibatkan mahasiswa dari berbagai negara seperti Brasil, China, Amerika, Inggris, dan Malaysia yang belajar di beberapa fakultas Unsri.
  • Sebagai PTN-BH ke-24 di Indonesia, Unsri menargetkan pembukaan kelas internasional pada akhir 2026 dengan otonomi penuh dalam pengelolaan akademik dan non-akademik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sriwijaya konsisten melahirkan hasil jurnal penelitian unggul dan akreditasi lebih baik di seluruh fakultas serta program studi lewat kerja sama maupun kolaborasi luar negeri.

"Unsri sedang mengejar penilaian lebih baik. Kita berkolaborasi dengan luar negeri. Tahun ini ada program exchange student. Unsri ikut program baru kementerian. Kita akan mengirim mahasiswa ke Korea, Jepang, dan Malaysia," ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik Rujito Agus Suwignyo usai mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Rabu (1/4/2026).

1. Peminat mahasiswa pilih Unsri di SNBP 2026 naik 10 persen

Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri). (Dok. Unsri)
Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri). (Dok. Unsri)

Dia menyampaikan, program student exchange sudah berlangsung sejak awal tahun 2000-an. Namun, tahun ini, program tersebut harus lebih intens agar kualitas mahasiswa dan penelitian kampus diakui di luar negeri sekaligus menyokong evaluasi perguruan tinggi agar lebih dilirik berdasarkan minat dan mendapatkan animo besar dari bakal calon mahasiswa baru selanjutnya.

"Apalagi dilihat dari perkembangan yang ada, Unsri, peminatnya (pendaftar mahasiswa baru) jumlah tahun ini lebih tinggi 10 persen. Unsri sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik cukup diminati dari Sabang sampai Merauke," katanya.

2. Rata-rata mahasiswa program exchange di Unsri dari Malaysia

Wakil Rektor I Bidang Akademik Rujito Agus Suwignyo
Wakil Rektor I Bidang Akademik Rujito Agus Suwignyo (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lebih lanjut, Rujito merinci bahwa pada tahun 2026 sudah beberapa fakultas dan program studi menjalankan student exchange. Kegiatan student exchange ini lebih fokus pada mahasiswa yang melakukan penelitian tugas akhir bukan dari kampus asal.

Student exchange bersifat pengajuan, atau dosen terkait sudah menjalani kerja sama, sehingga penelitian dilakukan secara tim. Tidak hanya mahasiswa Unsri yang ke luar negeri, tetapi juga mahasiswa luar yang masuk dan belajar di Unsri.

"Sekarang ada mahasiswa dari Brasil, China, Amerika dan Inggris. Mereka belajar di FKIP. Kemudian ada juga dari Fakultas Ekonomi, Fasilkom dan Teknik. Rata-rata dari Malaysia. Serta di pertanian, seperti saya, sekarang ada kerja sama dengan Korea, jadi mahasiswa antarnegara ini bergantian datang ke dalam dan ke luar negara. Ada juga mahasiswa mendaftar sendiri (student exchange)," jelasnya.

3. Unsri rencanakan bangun kelas internasional

Kampung Universitas Sriwijaya.
Kampung Universitas Sriwijaya. (Dok. Unsri)

Selain konsisten program student exchange kaya Rujito, Unsri saat ini mengejar penyelesaian pembangunan di luar kelas reguler. Yakni kelas internasional. Target Unsri, kelas internasional sudah terealisasi pada akhir 2026.

Sebagai kampus yang ditetapkan secara resmi sebagaiĀ Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) ke-24 di Indonesia dan disahkan melalui PP No. 32 Tahun 2024, Universitas Sriwijaya sudah bisa mengelola otonomi penuh pengurusan akademik dan nonakademik, termasuk fleksibilitas keuangan dan pengembangan aset.

"Karena Unsri sudah PTNBH, jadi untuk proses kelas internasional gak perlu izin ke Kementerian Pendidikan," kata Rujito.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More