TPID Sumsel Klaim Inflasi Daerah Terkendali Lewat Strategi 4K

- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) klaim inflasi di Sumsel terkendali, nilai April 2025 lebih rendah dari tahun sebelumnya
- Program pengendalian inflasi meliputi operasi pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat dan pasokan komoditas
- Inflasi keseluruhan April 2025 di Sumsel 2,74%, lebih rendah dari tahun sebelumnya, dengan upaya menjaga stabilitas pasokan pangan
Palembang, IDN Times - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengklaim nilai inflasi atau kenaikan harga sejumlah komoditas di Sumatra Selatan (Sumsel) dalam kondisi terkendali. Hal itu seiring dengan nilai inflasi April 2025 lebih rendah dibandingkan periode April 2024 secara year on year (yoy).
"Kami berhasil mengimplementasikan strategi pengendalian inflasi yang dikenal dengan kerangka 4K," kata Kepala Perwakilan BI Sumsel, Ricky P. Gozali dalam keterangan rilis yang diterima Minggu (4/5/2025).
1. Pelaksanaan pasar murah untuk memastikan pasokan komoditas

Program itu meliputi ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Strategi tersebut kata Ricky, diwujudkan melalui langkah konkret seperti pelaksanaan operasi pasar murah di berbagai wilayah.
"Bertujuan menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan pasokan komoditas tetap tersedia secara merata," jelasnya.
Sementara dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, inflasi keseluruhan April 2025 di angka 2,74 persen secara year on year. Namun angka tersebut lebih rendah dari April 2024 sebesar 3,12 persen.
2. Kelancaran distribusi komoditas disokong BI, BUMD, BUMN, sektor swasta, dan perbankan

Ricky mengatakan, selain menjaga daya beli masyarakat, upaya untuk menjaga stabilitas pasokan pangan juga dilakukan melalui kegiatan panen raya padi serentak di Kabupaten Musi Rawas.sebagai bentuk penguatan produksi lokal.
"Distribusi komoditas yang lebih lancar turut didukung oleh subsidi biaya angkut dari Bank Indonesia, BUMN, BUMD, sektor swasta, perbankan, dan instansi terkait lainnya," kata dia.
3. BI Sumsel perkuat sinergitas dengan pemerintah daerah terkait pengendalian inflasi

Siasat pengendalian inflasi Sumsel, lanjut Ricky, juga diperkuat dengan komunikasi yang efektif antar pemangku kebijakan melalui capacity building dan publikasi informasi. Tujuannya, untuk memastikan kebijakan yang diambil berjalan sinergis dan responsif.
"Ke depan, Bank Indonesia Sumsel akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui kolaborasi strategis, termasuk Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP)," jelasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga inflasi tetap dalam kisaran yang ditetapkan, sekaligus mendorong ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Sumsel lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.


















