Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terhalau Jarak Pandang Helikopter WB Kesulitan Padamkan Api Karhutla
Pemadaman di kawasan Muara Medak (Dok: Tim Satgas Karhutla)
  • Lima helikopter water bombing BNPB di Sumsel terkendala kabut asap dan jarak pandang yang dinamis, sehingga penerbangan pemadaman belum aman dilakukan.

  • Satgas Udara memprioritaskan water bombing di Gelumbang, Muara Enim, serta Karang Agung dan Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin, sambil menunggu kondisi visibilitas membaik.

  • Per 12 Oktober 2026, Pemprov Sumsel mencatat 6,9 hektare lahan masih terbakar, terutama di gambut OKI dan Muara Medak, Muba; satgas darat melanjutkan pemadaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Sejumlah helikopter water bombing dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) belum bisa beroperasi akibat terhalang kabut asap. Jarak pandang yang terbatas membuat penerbangan tidak aman, sehingga upaya pemadaman karhutla melalui udara terkendala.

"Sejak kamis (8/10/2026) itu dinamis banget visibility. Gangguan terus, ada beberapa hari tidak bisa naik sama sekali," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Selasa (13/10/2026).

1. Helikopter sedang persiapan untuk memadamkan api

Pemadaman di kawasan Muara Medak (Dok: Tim Satgas Karhutla)

Tercatat ada lima helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disiagakan untuk operasi pemadaman karhutla di Sumsel. Namun, seluruh helikopter tersebut belum bisa beroperasi karena jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap.

Ferdian menjelaskan, kelima helikopter itu dijadwalkan kembali beroperasi hari ini. Helikopter tersebut akan dikerahkan ke sejumlah lokasi kebakaran yang masih terjadi di beberapa kabupaten di Sumsel.

"Tadi pagi sudah siap (terbang) tiba-tiba visibility rendah lagi. Sekarang lagi persiapan lagi. Faktor visibility naik turun dan di TKP menjadi pertimbangan keamanan selalu," jelasnya.

2. Minta water bombing disiagakan di dua daerah

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Ferdian menyebutkan, ada dua wilayah yang menjadi perhatian Satgas Udara untuk segera dilakukan pemadaman karhutla, yakni Kabupaten Muara Enim dan Musi Banyuasin (Muba). Kedua wilayah tersebut menjadi prioritas penanganan melalui operasi pemadaman dari udara.

"Saya request (water bombing) untuk dua lokasi yang dipadamkan Manggala agni. Satu di wilayah gelumbang, Muara Enim dan Karang Agung dan Kecamatan Lalan Kabupaten Muba. Itu yang kami request dan sedang jalan," jelasnya.

3. Klaim tersisa sedikit wilayah terbakar

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Diberitakan, Gubernur Sumsel Herman Deru mengklaim kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus mengalami penyusutan. Dari data terbaru per 12 Oktober 2026, Deru mengklaim tersisa 6,9 hektare (ha) lahan di Sumsel yang masih terbakar dan menuntut penanganan dari pemerintah.

"Dari data yang ada luasan karhutla di Sumsel hanya tinggal 6,9 hadari luasan provinsi yang 91 juta ha. Artinya, kondisi karhutla tidak banyak, tapi asap mengepul," katanya, Selasa (13/10/2026).

Deru mengatakan, sisa kebakaran tersebut masih ditemukan di sejumlah wilayah, terutama kawasan lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Satgas darat masih melakukan upaya pemadaman di lokasi yang tersisa. Pemerintah daerah bersama unsur terkait diharapkan terus mempercepat penanganan agar kebakaran benar-benar tuntas.

"6,9 ha itu sebagian ada di wilayah lahan gambut OKI, di Pulau Beruang. Di Muba masih ada sedikit di Muara Medak. Di Banyuasin sudah mulai clear," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article