Siswa Korban Bencana di Aceh Masih Belajar di Tenda dan Sekolah Lain

- Siswa di Aceh masih belajar di tenda dan sekolah lain karena akses jalan ke lokasi terdampak bencana banjir bandang serta longsor belum bisa ditembus.
- Pemerintah telah mengalokasikan dana Rp2,873 triliun untuk perbaikan sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara hingga akhir Maret 2026.
- Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pembangunan sekolah darurat melibatkan TNI dan pihak ketiga agar proses belajar siswa segera kembali berjalan normal.
Padang, IDN Times - Siswa di Aceh masih belajar di tenda-tenda dan sekolah lain yang tidak terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat kunjungan kerja ke Sumatra Barat pada Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, beberapa sekolah di provinsi yang terletak di ujung Pulau Sumatra itu sampai saat ini belum dilakukan pengerjaannya.
1. Kenapa siswa di Aceh masih sekolah di tenda?

Abdul mengatakan masih belum banyak sekolah yang bisa ditangani pasca terjadinya bencana banjir bandang dan longsor lantaran akses jalan yang sulit.
"Memang akses jalan menuju lokasi itu masih belum bisa ditembus sehingga sulit untuk membawa bahan pembangunan ke beberapa lokasi," katanya.
Tetapi menurut Abdul, proses belajar mengajar di tiga provinsi yang terdampak bencana pada November 2025 lalu itu sudah berjalan.
"Semuanya sudah berjalan. Baik di Sumbar, Sumut maupun di Aceh yang meskipun saat ini masih menumpang di sekolah lain atau di tenda," katanya.
2. Dana pembangunan sekolah di lokasi bencana

Abdul mengatakan, pihaknya saat ini telah menggelontorkan sejumlah anggaran untuk perbaikan sekolah yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
"Untuk di Aceh kita sudah teralokasi sebesar Rp1,19 triliun per 31 Maret 2026," katanya.
Sementara untuk di Sumatra Barat menurutnya sudah teralokasi sebesar Rp322 miliar dan untuk di Sumatra Utara sebesar Rp636 miliar.
"Sehingga secara keseluruhan untuk tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra kami sudah mencairkan uang sebesar Rp2,873 triliun," katanya.
3. Libatkan TNI untuk bangun sekolah

Abdul mengatakan, untuk melakukan pembangunan sekolah darurat atau perbaikan sekolah terdampak bencana, pihaknya telah melakukan berbagai perbaikan.
"Untuk perbaikan ataupun pembangunan sekolah darurat, kami juga melibatkan TNI dan juga pihak ketiga," katanya.
Ia berharap, seluruh sekolah yang terdampak bencana tersebut bisa segera diselesaikan. Sehingga seluruh siswa bisa melaksanakan proses belajar mengajar dengan layak.

















