Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sektor Pertanian Sumsel Merosot Terdampak Pelemahan Nilai Rupiah
ilustrasi aktivitas pertanian (unsplash.com/defika hendri)
  • Pelemahan nilai rupiah membuat sektor pertanian dan peternakan Sumsel terdampak, terutama penurunan permintaan ekspor akibat naiknya biaya angkut dan distribusi.
  • Sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi Sumsel dengan produksi padi 2025 mencapai 3,63 juta ton GKG, meningkat dari tahun sebelumnya.
  • APINDO Palembang menilai pelemahan rupiah menekan biaya produksi industri berbasis impor dan mendesak pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar agar dunia usaha tidak semakin terbebani.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2024

Produksi padi Sumsel tercatat sebesar 2,91 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini menjadi dasar perbandingan untuk capaian tahun berikutnya.

2025

Pertumbuhan ekonomi Sumsel ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Produksi padi meningkat signifikan menjadi 3,63 juta ton GKG dibandingkan tahun sebelumnya.

20 Mei 2026

Pelemahan nilai rupiah mulai berdampak pada sektor pertanian dan peternakan di Sumsel. Permintaan ekspor menurun karena biaya angkut naik, terutama pengiriman telur ayam.

kini

Luas baku sawah di Sumsel meningkat dari 514 ribu hektare menjadi 579 ribu hektare. Pemerintah daerah berharap produksi GKG dapat mencapai 5 juta ton dan masuk dua besar nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pelemahan nilai rupiah berdampak pada sektor pertanian dan peternakan di Sumatra Selatan, menyebabkan penurunan permintaan ekspor serta peningkatan biaya distribusi dan produksi.
  • Who?
    Pengamat Ekonomi Sumsel Sri Rahayu, Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumsel Bambang Pramono, dan Ketua APINDO Palembang Gordon Butar Butar memberikan keterangan terkait kondisi ekonomi daerah.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di wilayah Provinsi Sumatra Selatan, dengan fokus laporan dari Kota Palembang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pertanian daerah.
  • When?
    Kondisi ini dilaporkan pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan data pendukung mencakup perkembangan sektor pertanian sejak tahun 2025 hingga saat ini.
  • Why?
    Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS meningkatkan ongkos angkut dan biaya bahan baku impor, sehingga menekan permintaan pasar global serta memengaruhi daya saing produk lokal.
  • How?
    Dampak terlihat melalui penurunan pengiriman hasil ternak seperti telur ayam, kenaikan biaya produksi industri, serta perlambatan ekspor akibat beban logistik yang meningkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Nilai uang rupiah sekarang lemah, jadi petani dan peternak di Sumsel susah jual ke luar negeri. Permintaan ayam dan telur jadi turun karena ongkos kirim mahal. Tapi panen padi di sana naik banyak, katanya bisa sampai jutaan ton. Pemerintah mau tambah sawah biar hasilnya lebih besar lagi. Pengusaha juga minta bantuan supaya harga tidak makin naik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun pelemahan rupiah menekan permintaan ekspor sektor pertanian Sumsel, artikel ini menunjukkan ketahanan dan potensi besar daerah tersebut. Pertumbuhan ekonomi tetap ditopang kuat oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan produksi padi meningkat signifikan serta perluasan lahan sawah yang terus berjalan. Data ini mencerminkan fondasi ekonomi lokal yang masih kokoh dan prospektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pelemahan nilai rupiah kini mulai dirasakan sejumlah sektor unggul Sumatra Selatan. Salah satunya dari kelompok pertanian dan peternakan. Industri tersebut mengalami efek cukup signifikan dari sisi permintaan pasar global. Yakni permintaan pengiriman luar negeri perlahan menurun.

"Beberapa peternak ayam di Palembang sudah menyampaikan bahwa permintaan dari luar menurun karena ongkos angkut naik," kata Pengamat Ekonomi Sumsel Sri Rahayu, Rabu (20/5/2026).

1. Penguatan kurs dolar berdampak berantai di Indonesia

Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (6/11/2024). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Permintaan pengiriman yang mengalami kemerosotan termasuk pengiriman telur ayam. Secara umum, permintaan masih tinggi, tetapi karena butuh distribusi dan biaya kirim, permintaan pasar turun. Bukan karena kebutuhan yang cukup, tapi pembatasan permintaan dipengaruhi nilai rupiah yang lemah.

"Memang masyarakat melakukan transaksi sehari-hari menggunakan rupiah, tapi dampak pelemahan kurs dolar memiliki efek berantai terhadap perekonomian nasional hingga ke tingkat desa," jelasnya.

2. Kehutanan dan perikanan Sumsel turut berkontribusi terhadap ekonomi daerah

Kepala BI Sumsel Bambang Pramono (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara kata Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumsel, Bambang Pramono, pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2025 ditopang cukup tinggi dari sektor pertanian. Sebab Sumsel, termasuk salah satu provinsi lumbung pangan.

"Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga memberikan kontribusi signifikan (dorong pertumbuhan ekonomi Sumsel)," kata dia.

Bukti nyata, pertanian daerah mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi dilihat dari hasil produksi panen padi hasil pemerintah konsisten mengembangkan perluasan lahan sawah.

Tercatat pada 2025, produksi padi Sumsel mencapai 3,63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka itu meningkat signifikan dibandingkan 2024 sebesar 2,91 juta ton GKG.

3. Sumsel potensi hasilkan 5 juta gabah kering giling

Potret pengolahan gabah kering panen di gudang Bulog Campang Raya. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Pemerintah daerah kata Bambang, berharap akan ada peningkatan hasil produksi GKG lebih besar apabila hasil cetak sawah berjalan optimal. Secara potensi, panen GKG Sumsel dapat meningkat hingga 5 juta ton dan membawa Sumsel masuk peringkat dua besar nasional.

Keyakinan tersebut lanjutnya, didorong dari laporan Badan Pusat Statistik Sumssl yang menyatakan adanya peningkatan luas baku sawah yang sebelumnya mencapai 514 ribu hektare kini telah meningkat menjadi 579 ribu hektare.

4. Dunia usaha Sumsel turut merasakan dampak rupiah melemah

Ilustrasi rupiah (IDN Times/Ita Malau)

Sementara menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Palembang, Gordon Butar Butar, pelemahan rupiah terhadap dolar AS memberi tekanan langsung terhadap struktur biaya dunia usaha. Sebab katanya, sejumlah sektor industri nasional masih bergantung pada bahan baku impor sehingga kenaikan kurs dolar akan berdampak pada biaya produksi.

"Pasti berdampak pada dunia usaha, karena setiap barang pasti akan menyesuaikan harga terbaru," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, situasi lemahnya rupiah ini perlu adi perhatian serius pemerintah, baik dari pusat maupun daerah. Indonesia perlu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga pelaku usaha tidak makin terbeban.

"Kami harap sebagai pengusaha, agar pemerintah segera mengintervensi terhadap penyelesaian masalah akibat melemahnya rupiah terhadap dolar," jelas dia.

Editorial Team