Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Santri Salat Istisqa di Ponpes Aulia Cendikia, Hujan Mulai Turun di Palembang
Puluhan santri dan jamaah mengikuti salat istisqa di Pondok Pesantren (PP) Aulia Cendikia, Palembang, Sabtu (24/10/2026). Hujan turun seusai salat yang digelar untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kemarau yang berlangsung hampir empat bulan. (Dok.IDN Times))
  • Puluhan santri dan jamaah menggelar salat istisqa di PP Aulia Cendikia Palembang pada 24 Oktober 2026, memohon hujan setelah kemarau hampir empat bulan.

  • Hujan turun seusai salat, sementara jamaah tetap melantunkan zikir dan doa syukur; kegiatan ini melibatkan pesantren serta Paguyuban Sinar Mas Sumsel.

  • Penyelenggara menekankan doa perlu berjalan bersama upaya pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghadapi kekeringan serta meningkatkan kepedulian terhadap ancaman karhutla.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Puluhan santri dan jamaah melaksanakan salat istisqa, kemudian hujan turun di lokasi kegiatan setelah salat untuk memohon pertolongan di tengah kemarau hampir empat bulan.
  • Who?
    Santri, jamaah, PP Aulia Cendikia, Paguyuban Sinar Mas Sumsel, KH Hendra Zaenudin Al Qodiri, serta peserta dari puluhan pesantren mengikuti atau mendukung kegiatan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C, Palembang, Sumatera Selatan.
  • When?
    Salat istisqa dan turunnya hujan terjadi pada Sabtu, 24 Oktober 2026, seusai salat Asar.
  • Why?
    Salat digelar sebagai ikhtiar memohon hujan dan pertolongan Allah SWT saat kemarau hampir empat bulan, serta meningkatkan kepedulian terhadap dampak kekeringan dan ancaman karhutla.
  • How?
    PP Aulia Cendikia dan Paguyuban Sinar Mas Sumsel menginisiasi salat bersama. Setelah hujan turun, jamaah tetap melantunkan zikir dan doa di tengah guyuran hujan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times – Puluhan santri dan jamaah mengikuti salat istisqa di Pondok Pesantren (PP) Aulia Cendikia, Palembang, Sabtu (24/10/2026). Hujan turun seusai salat yang digelar untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kemarau yang berlangsung hampir empat bulan.

Meski hujan mengguyur lokasi kegiatan, para jamaah tidak langsung membubarkan diri. Mereka tetap melantunkan zikir dan doa sebagai ungkapan syukur. Pimpinan PP Aulia Cendikia, KH Hendra Zaenudin Al Qodiri, juga terlihat menggunakan payung saat berada di tengah jamaah.

Salat istisqa yang berlangsung di PP Aulia Cendikia Kampus C ini diinisiasi bersama, salah satunya oleh Paguyuban Sinar Mas Sumatera Selatan (Sumsel). Kegiatan tersebut melibatkan pihak pesantren dan para santri sebagai bentuk kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau.

1. Bukan kali pertama digelar

Puluhan santri dan jamaah mengikuti salat istisqa di Pondok Pesantren (PP) Aulia Cendikia, Palembang, Sabtu (24/10/2026). Hujan turun seusai salat yang digelar untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kemarau yang berlangsung hampir empat bulan. (Dok.IDN Times))

Paguyuban Sinar Mas Sumsel bersama PP Aulia Cendikia sebelumnya juga menggelar doa bersama memohon hujan pada 8 September 2026 di lokasi yang sama. Ketua Paguyuban Sinar Mas Sumsel, Iwan Setiawan, mengatakan doa bersama merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang perlu berjalan beriringan dengan upaya nyata pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.

“Doa bersama ini menjadi bagian dari ikhtiar kita, sekaligus momentum untuk memperkuat kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menjaga Sumatera Selatan,” ujar Iwan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

2. Ketua PWNU Sumsel ajak masyarakat terus berdoa

Puluhan santri dan jamaah mengikuti salat istisqa di Pondok Pesantren (PP) Aulia Cendikia, Palembang, Sabtu (24/10/2026). Hujan turun seusai salat yang digelar untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kemarau yang berlangsung hampir empat bulan. (Dok.IDN Times))

Hendra yang juga menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Selatan, mengatakan hujan yang turun seusai pelaksanaan salat istisqa menjadi momen yang disyukuri para jemaah.

“Alhamdulillah, saat melakukan salat istisqa bersama anak-anak dari puluhan pesantren, sesudah salat Asar hujan pun turun,” ujar Hendra.

Menurutnya, salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kekeringan. Ia mengajak masyarakat tetap berdoa sekaligus melakukan berbagai upaya untuk menghadapi dampak kemarau.

“Mari masyarakat Sumsel, khususnya Palembang, terus memanjatkan doa sembari berikhtiar,” katanya.

3. Hujan diharapkan membantu mengurangi dampak kekeringan

Puluhan santri dan jamaah mengikuti salat istisqa di Pondok Pesantren (PP) Aulia Cendikia, Palembang, Sabtu (24/10/2026). Hujan turun seusai salat yang digelar untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kemarau yang berlangsung hampir empat bulan. (Dok.IDN Times))

Hendra menilai kebersamaan antara pihak pesantren, Paguyuban Sinar Mas Sumsel, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya kepedulian saat menghadapi kondisi lingkungan yang berdampak pada kehidupan warga.

Bagi para jamaah, hujan yang turun seusai salat istisqa menjadi pengalaman yang membekas. Mereka tetap melanjutkan zikir di tengah guyuran air setelah menantikan hujan selama musim kemarau. Hendra berharap hujan tersebut membawa manfaat bagi masyarakat dan membantu mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan selama beberapa bulan terakhir.

“Semoga hujan ini menjadi berkah bagi masyarakat di Palembang,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article