Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sampah Palembang Capai 1.000 Ton per Hari, Pemkot Janji Bangun TPST
Ilustrasi tumpukan sampah di TPA. (IDN Times/Daruwaskita)

  • Produksi sampah di Palembang mencapai 1.000 ton per hari, mayoritas berasal dari rumah tangga, mendorong Pemkot membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) melalui program LSDP.
  • Pembangunan TPST tahap awal dilakukan di Kecamatan Sukarami dan Sako sebagai proyek percontohan untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke pusat pengolahan di Keramasan.
  • Pemerintah menekankan pentingnya edukasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, agar kesadaran kolektif tumbuh dan target pengurangan produksi sampah tercapai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Produksi sampah di Kota Palembang mencapai sekitar 1.000 ton per hari, dan pemerintah kota berencana membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai bagian dari program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
  • Who?
    Kepala DLHK Palembang Ahmad Mustain, Sekretaris Daerah Palembang Aprizal Hasyim, serta Kementerian Dalam Negeri melalui program LSDP menjadi pihak yang terlibat dalam upaya pengelolaan dan pengurangan sampah.
  • Where?
    Pembangunan TPST direncanakan di dua kecamatan, yaitu Sukarami dan Sako, Kota Palembang, Sumatera Selatan, sebagai lokasi percontohan untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke kawasan Keramasan.
  • When?
    Data produksi sampah tercatat pada Februari 2026, sementara rencana pembangunan TPST disampaikan pada Sabtu, 11 April 2026, dan saat ini masih dalam tahap tindak lanjut oleh pemerintah kota.
  • Why?
    Pemerintah kota berupaya menekan jumlah produksi sampah harian serta mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan melalui edukasi dan partisipasi aktif warga.
  • How?
    Pemkot memadukan berbagai program pengelolaan sampah lewat LSDP dengan membangun TPST di tingkat wilayah serta
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Palembang ada banyak sampah, sampai seribu ton tiap hari. Sampahnya dari rumah-rumah orang. Pak Ahmad bilang pemerintah mau bikin tempat besar buat olah sampah di dua kecamatan, namanya Sukarami dan Sako. Pemerintah juga mau ajari warga supaya buang sampah dengan benar. Sekarang mereka lagi siap-siap bangun tempatnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) per Februari 2026, produksi sampah di Kota Palembang mencapai 1.000 ton per hari dari sumber mayoritas konsumsi rumah tangga. Kepala DLHK Palembang Ahmad Mustain mengungkap, kini pemerintah kota dalam tahap tindak lanjut menekan jumlah produksi sampah yang digagas Kementerian Dalam Negeri dengan rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Upaya menekan jumlah produksi sampah itu dilakukan lewat program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). "Tahap awal (pembangunan TPST) di dua kecamatan. Lokasi yang ditetapkan untuk percontohan (pilot project) di Kecamatan Sukarami dan Sako," ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

1. Mustain menilai, edukasi warga bisa mendorong keberhasilan LSDP

Kepala DLH Palembang Ahmad Mustain (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Mustain mengatakan, keberhasilan menjalankan program LSDP dengan rencana pembangunan TPST diyakini berjalan lancar bila semua masyarakat bisa diajak bekerja sama. serta menurutnya, edukasi menjadi kunci utama dalam menekan volume sampah lingkungan.

"Pemkot akan memadukan program dan integrasi program, ke depan diharapkan bisa mempercepat pengurangan sampah di tingkat wilayah sekitar (TPST)," kata dia.

2. Mustain juga menyebut, keberhasilan TPST dorong pengurangan sampah di hilir

Tumpukan sampah liar terlihat di pinggir jalan (Dok. IDN Times)

Soal lokasi yang dipilih dalam pilot project pembangunan TPST di Palembang jelas Mustain, karena dua wilayah tersebut memiliki jarak cukup jauh dari pusat pengolahan sampah di kawasan Keramasan yang menjadi program pemkot sebelumnya dan telah berjalan.

“Jika penanganan sampah di sini (dua wilayah pembangunan TPST) berhasil, maka volume sampah yang dibawa ke hilir akan berkurang drastis,” jelasnya.

Mustain menarget dalam program LSDP, pemkot akan mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah. Saat ini, rata-rata produksi sampah per orang di Palembang diperkirakan mencapai 0,7 kilogram (kg) per hari.

"Dengan edukasi masif, pemerintah menarget pengurangan angka dapat ditekan hingga 0,3 kilogram per jiwa," kata dia.

3. Persoalan sampah bisa diatasi lewat kesadaran masyarakat

Sekda Palembang Aprizal Hasyim (Dok. Kominfo Palembang)

Sementara menurut Sekretaris Daerah Palembang, Aprizal Hasyim, arah kebijakan pengelolaan sampah saat ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan seperti Adipura, tetapi lebih kepada membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Ia menyampaikan, terdapat sejumlah poin penting yang jadi perhatian utama pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah, dengan merujuk arahan Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut, Sahid Muhaddar. Salah satunya, menekankan pentingnya penerapan sistem pengelolaan sampah sesuai prosedur teknis berlaku.

“Pengelolaan sampah bukan hanya tugas DLHK dan pasukan kuning, tetapi wajib melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Editorial Team