Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Respons IDAI Sumsel Soal Viral Totok Sirih Palembang: Kita Ingatkan Saja
Tangkapan layar video viral pengobatan totok daun sirih di Palembang (TikTok/intan.retno.safit)
  • IDAI Sumsel menanggapi video viral pengobatan totok sirih Palembang dengan mengunjungi lokasi dan mengingatkan pentingnya tata cara pelayanan anak yang penuh kasih.
  • Ketua IDAI Sumsel menyebut tidak ditemukan unsur kekerasan dalam praktik pijat totok sirih, meski video yang beredar menimbulkan kesan negatif di publik.
  • Pemilik Rumah Sirih Palembang menjelaskan video diunggah orang tua pasien karena melihat perubahan positif pada anak, namun kemudian menuai komentar negatif di media sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Video pengobatan alternatif totok sirih di Palembang menjadi viral dan menimbulkan perhatian publik, sehingga Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatra Selatan melakukan kunjungan ke lokasi praktik tersebut.
  • Who?
    Ketua IDAI Sumatra Selatan Juliuz Anzar, pemilik Rumah Sirih Palembang Ferizka Utami, serta orang tua pasien yang mengunggah video pengobatan anaknya.
  • Where?
    Kegiatan dan pertemuan berlangsung di Rumah Sirih Palembang, Sumatra Selatan.
  • When?
    Pertemuan dilakukan pada Senin, 27 April 2026, setelah video pengobatan totok sirih ramai diperbincangkan di media sosial.
  • Why?
    IDAI Sumsel datang untuk mengingatkan pentingnya tata cara pelayanan medis terhadap anak dengan kasih sayang serta menanggapi polemik yang muncul akibat video viral tersebut.
  • How?
    IDAI melakukan silaturahmi langsung ke Rumah Sirih tanpa menemukan indikasi kekerasan saat pijat refleksi; klarifikasi juga disampaikan oleh pihak Rumah Sirih melalui kuasa hukum mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada video pijat anak di Palembang yang ramai di internet. Dokter anak dari IDAI datang ke tempat itu untuk lihat dan ngobrol baik-baik. Mereka bilang penting mengobati anak dengan lembut dan kasih sayang. Dokternya bilang tidak ada kekerasan saat pijat. Pemilik tempat juga bilang orang tua pasien senang karena anaknya jadi lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Respons IDAI Sumsel terhadap video viral pengobatan totok sirih menunjukkan pendekatan yang terbuka dan edukatif. Dengan mendatangi langsung lokasi praktik, IDAI tidak hanya memastikan tidak ada kekerasan dalam proses pengobatan, tetapi juga menekankan pentingnya kasih sayang dalam merawat anak. Sikap ini memperlihatkan upaya kolaboratif untuk menjaga keselamatan sekaligus menghargai niat baik orang tua mencari kesembuhan bagi anak mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatra Selatan, Juliuz Anzar, merespons soal video viral pengobatan totok sirih Palembang. Dirinya menyebut, tim dari IDAI telah datang ke lokasi pengobatan alternatif setelah video ramai diperbincangkan publik.

Dalam pertemuan, IDAI turut mengingatkan pentingnya tata cara mengobati pasien, khususnya anak dan balita.

“Kita silaturahim dengan Rumah Sirih, mengingatkan pentingnya memperhatikan tata cara melayani anak dengan kasih sayang. Itu saja," ujarnya, Senin (27/4/2026).

1. Sebut pasien berupaya sembuh lewat pengobatan alternatif

Kunjungan IDAI dan KPAI Sumsel ke lokasi pengobatan totok sirih di Palembang (Dok. Kuasa hukum Ferizka Putri)

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai penilaian dari sisi medis, Julis tak menerangkan secara detail efek kesehatan dari refleksi totok sirih. Dia hanya menyampaikan bahwa seluruh upaya kesehatan dilakukan oleh orang tua pasien terkait untuk tujuan kondisi anak yang lebih baik.

“Setiap upaya kan untuk kesehatan anak,”ujarnya.

2. Sebut kehebohan bermula karena publik menilai pengobatan dilakukan kasar

Tangkapan layar video viral pengobatan totok daun sirih di Palembang (TikTok/intan.retno.safit)

Dalam pertemuan, lanjut Julius, IDAI Sumsel tak mendapati adanya kekerasan saat refleksi pijat totok sirih terhadap pasien anak. Namun, video pemijatan yang tersebar di media sosial menimbulkan spekulasi negatif seolah-olah terjadi kekerasan.

“Iya, heboh karena di video seolah-olah pijatnya kasar," kata dia.

3. Pemilik Rumah Sirih Palembang beri klarifikasi

keterangan Owner Rumah Sirih Palembang, Ferizka Utami didampingi tim kuasa hukum dari Sakahira Law Firm, dipimpin A. Rilo Budiman dalam konfrensi pers 24 April 2026 (Dok. Kuasa hukum)

Diketahui sebelumnya, pihak Rumah Sirih Palembang juga turut mengklarifikasi soal polemik praktik pengobatan alternatif mereka setelah viral di media sosial setelah diunggah oleh orang tua pasien. Menurut Ferizka Utami, Pemilik Rumah Sirih Palembang, orang tua pasien mengunggah video setelah merasa anaknya mengalami perubahan positif.  

“Pasien yang mengunggah sendiri karena merasa anaknya mengalami perubahan positif kesembuhan setelah menjalani pengobatan rutin. Namun, video itu kemudian disertai komentar negatif dari pihak yang tidak mengetahui kondisi sebenarnya,” ujar Ferizka dalam keterangan tertulis melalui kuasa hukumnya, A Rilo Budi, yang diterima 26 April 2026.

Editorial Team