Ratu Dewa: PJJ Palembang Disesuaikan Kondisi ISPU dan ISPA

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyerahkan penerapan PJJ kepada masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan data ISPU dan ISPA.
Pemkot Palembang tetap melanjutkan kebijakan PJJ karena kualitas udara belum sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang kondisinya fluktuatif.
Sekolah dan orangtua yang ingin menghentikan PJJ perlu menghitung kesiapan tatap muka secara matang, sementara siswa PJJ harus tetap dipantau belajar dari rumah.
Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan, penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa/siswi di Palembang bisa disesuaikan berdasarkan keputusan sekolah masing-masing.
"PJJ ini saya serahkan sepenuhnya dengan sekolah masing-masing. Tetapi dengan catatan memperhatikan data. Data ISPU maupun data ISPA. Jadi disesuaikan," ujarnya, dikutip Senin (21/9/2026).
1. Surat Penyesuaian PJJ telah ditandatangani Ratu Dewa

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Rangga Erfizal) Meski mengembalikan keputusan mekanisme pembelajaran kepada instansi pendidikan masing-masing, Dewa masih menandatangani keputusan Pemkot Palembang untuk melanjutkan sistem PJJ karena kondisi udara yang belum sehat akibat asap kebakaran hutan dan lahan.
"Karena PJJ ini dengan penyesuaian, melihat kondisi kualitas udara. Suratnya (pemberlakuan PJJ) sudah saya tandatangani," kata dia.
2. Pemkot sarankan sekolah daring

Dua kakak beradik Agni (10) dan Alda (7) siswa SDIT Nurul Ilmi Banyuasin saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Disdik Banyuasin memberlakukan PJJ akibat kabut asap sejak 21-26 September 2026. (IDN Times/Hafidz Trijatnika) Ratu Dewa mengatakan, penerapan PJJ bersifat penyesuaian karena dirinya mendengar keluhan sebagian masyarakat yang meminta agar PJJ dihentikan dan anak-anak diizinkan untuk kembali bersekolah secara normal.
Namun, melihat kondisi yang masih naik turun dan udara yang belum benar-benar membaik, berdasarkan kebijakan PJJ, Pemkot menyarankan agar kegiatan belajar-mengajar masih dilakukan secara daring.
"Ini bersifat fluktuatif (kondisi udara). Masih ada kabut asap kita ini. Apalagi, asap terakumulasi dari sebaran dari lima kabupaten/kota di Sumsel," jelasnya.
3. Sekolah bisa hentikan PJJ bila ISPA dan ISPU membaik

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal) Dirinya menyampaikan, apabila sekolah dan orang tua memang ingin sistem PJJ dihentikan, sebaiknya mekanisme pembelajaran tatap muka harus diperhitungkan dengan matang. Salah satunya, sekolah harus memerhatikan data ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) dan data ISPA (Inspeksi Saluran Pernapasan Akut).
"Tapi bagi sekolah yang masih menerapkan PJJ, pengawasan terhadap para siswa untuk tetap belajar dari rumah harus dipantau," kata dia.


















