Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hotspot Sumsel Masih 121 Titik, Kualitas Udara 4 Wilayah Tidak Sehat

Kota Palembang
2 min read
Hotspot Sumsel Masih 121 Titik, Kualitas Udara 4 Wilayah Tidak Sehat
Tim gabungan saat berjibaku melakukan pemadaman di wilayah OKI. (Dok. Manggala Agni)
  • Berdasarkan data akumulasi hingga 7 November 2026, jumlah hotspot di Sumsel sepanjang tahun ini telah mencapai 121.574 titik

  • Jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Minggu pagi tercatat berubah-ubah

  • Untuk mempercepat penanganan, BPBD Sumsel memfokuskan operasi di Kabupaten OKI

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Sebanyak 214 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatra Selatan dalam 24 jam terakhir berdasarkan SiPongi Kemenhut pada Minggu (8/11/2026) pukul 05.00 WIB. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi daerah dengan sebaran terbanyak yakni 121 titik.

Di tengah meningkatnya titik panas tersebut, kualitas udara di empat wilayah kembali masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2,5 pada Minggu (8/11/2026) pukul 06.00 WIB, kualitas udara Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berada di angka 161. Kemudian Lahat 107, Palembang dan Musi Rawas berada pada angka 101.

  1. 1. Kondisi karhutla di sejumlah wilayah masih mengalami fluktuasi

    Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan di Sekayu terlihat mendekati kawasan perumahan warga.
    Kondisi karhutla di Sekayu yang mendekati perumahan warga. (Dok. BPBD Muba)

    Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan kondisi karhutla di sejumlah wilayah masih mengalami fluktuasi. Pemantauan dan penanganan terus dilakukan, terutama di daerah yang masih ditemukan titik api dan kebakaran lahan.

    "Berdasarkan data akumulasi hingga 7 November 2026, jumlah hotspot di Sumsel sepanjang tahun ini telah mencapai 121.574 titik. Sementara itu, total kejadian karhutla di Sumsel sejak Januari hingga 7 November 2026 tercatat sebanyak 6.323 kejadian," ujarnya.

  2. 2. Jarak pandang di bandara pada Minggu pagi tercatat berubah-ubah

    Ruang tunggu Bandara SMB II Palembang
    Ruang tunggu Bandara SMB II Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Selain tingginya hotspot, kondisi kualitas udara di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang juga menjadi perhatian. Jarak pandang di bandara pada Minggu pagi tercatat berubah-ubah.

    Pada pukul 03.00 WIB mencapai 3.300 meter, kemudian turun menjadi 1.500 meter pada pukul 03.30 WIB. Selanjutnya, jarak pandang berada di kisaran 1.500 hingga 2.000 meter sebelum kembali tercatat 1.300 meter pada pukul 06.00 WIB.

  3. 3. Selain melalui operasi darat, pemadaman karhutla juga dilakukan melalui operasi udara

    Tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran di wilayah OKI menggunakan peralatan pemadaman di area terdampak api.
    Tim gabungan saat berjibaku melakukan pemadaman di wilayah OKI. (Dok. Manggala Agni)

    Untuk mempercepat penanganan, BPBD Sumsel memfokuskan operasi di Kabupaten OKI, khususnya Kecamatan Cengal, Pampangan, Sungai Menang, Tulung Selapan, Pedamaran Timur, dan Pangkalan Lampam. Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Banyuasin I, tepatnya Desa Tanah Pilih yang berada di kawasan Taman Nasional Sembilang.

    Selain melalui operasi darat, upaya pemadaman karhutla juga dilakukan melalui operasi udara. Pada Sabtu (7/11/2026), helikopter melaksanakan satu sorti pemadaman di wilayah Sungai Tepuk, OKI, dengan estimasi luasan lahan yang berhasil dipadamkan sekitar enam hektare.

    Sementara itu, satu sorti pemadaman juga dilakukan di Sungai Cener, OKI, dengan estimasi hasil pemadaman sekitar lima hektare.

    "Berdasarkan laporan operasi modifikasi cuaca (OMC), pada 7 November 2026 tidak dilakukan penyemaian untuk hujan buatan," ungkap Sudirman.

Related Articles

See More