Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PPIH Sumsel Bocorkan Daftar Menu Jemaah Haji, Apa Saja?

PPIH Sumsel Bocorkan Daftar Menu Jemaah Haji, Apa Saja?
ujar PPIH Sumsel sekaligus Kadinkes provinsi, Trisnawarman (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • PPIH Sumsel menyiapkan jadwal dan menu makanan bagi jemaah haji sejak di asrama hingga kepulangan, dengan rekomendasi dari dinas kesehatan agar aman untuk lambung.
  • Menu disusun tanpa rasa asam, pedas, atau minuman bersoda; rendang tetap disajikan namun dengan cita rasa ringan agar tidak mengganggu pencernaan jemaah.
  • PPIH juga membatasi konsumsi kopi, menyarankan susu atau air putih, serta melakukan pembinaan kesehatan melalui KBIH agar fisik jemaah tetap prima sebelum keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sumatra Selatan telah menyiapkan jadwal dan pengaturan menu bagi jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci. Bagi para jemaah, pembagian menu makanan sudah tersusun sejak jemaah pertama kali masuk dan menginap di asrama hingga proses keberangkatan serta kembali ke Indonesia.

"Menu jemaah haji berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan agar pemilihan menu aman di lambung para jemaah," ujar PPIH Sumsel sekaligus Kadinkes provinsi, Trisnawarman, Senin (20/4/2026).

1. Sediakan menu yang mengurangi risiko sakit perut

Ilustrasi jemaah haji
Ilustrasi jemaah haji (Dok. Kemenag Sumsel)

Dia mengatakan, selain memerhatikan kondisi lambung jemaah, skema menu jemaah yang diatur Dinas Kesehatan bertujuan agar kondisi fisik jemaah tetap prima. Terlebih, katanya, sebagian jemaah dalam kondisi lanjut usia.

"Ini juga menghindari risiko gangguan perut bagi jemaah saat berada di dalam pesawat menuju Tanah Suci," kata dia.

2. Menu jemaah haji disediakan yang tidak pedas dan asam

Ilustrasi jemaah haji
Ilustrasi jemaah haji (Dok. Kemenag Palembang)

Beberapa daftar menu jemaah haji yang dipersiapkan PPIH Sumsel yakni tidak menyediakan menu makanan asam atau terlalu asam. Hidangan yang diberikan bercita rasa original dan tidak ada menu yang pedas.

"Jangan yang asam, terlalu pedas serta tidak ada minuman bersoda seperti Coca-Cola dan sebagainya itu tidak kita anjurkan," jelasnya.

Lebih lanjut, Trisnawarman menyampaikan bahwa salah satu menu yang dipersiapkan yakni makanan lokal rendang. Tetapi untuk cita rasa, rendang tersebut tidak diberikan cabai berlebih.

"Ada yang baik walaupun ada cabai tapi tidak pedas, itu boleh," kata dia.

3. Jemaah haji dibatasi minum kopi

Jemaah haji tahun 2025 kloter 1 asal OKUT tiba di Bandara SMB II Palembang
Jemaah haji tahun 2025 kloter 1 asal OKUT tiba di Bandara SMB II Palembang (Dok. Kemenag Sumsel)

Trisnawarman menambahkan, secara kesehatan, sebenarnya menu seperti rendang bisa diganti dengan makanan lain seperti daging ayam atau ikan. Tujuannya untuk meminimalisir risiko sakit perut yang berpotensi membuat jemaah bolak-balik ke toilet.

"Kami juga membatasi konsumsi kopi dan lebih menyarankan jemaah untuk mengonsumsi susu, teh, atau air putih selama pelaksanaan ibadah," jelas dia.

Sementara untuk pengecekan kesiapan kesehatan fisik para jemaah, PPIH telah melakukan pembinaan sejak dini melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Jemaah haji diedukasi untuk membatasi aktivitas fisik yang berlebihan, menjaga pola tidur, serta disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan pribadi agar kondisi tubuh tetap prima saat keberangkatan.

"Kepada jemaah haji untuk memerhatikan aktivitas fisik. Harus dibatasi sebelum keberangkatan, jangan kurang tidur, makan dijaga, dan menjaga kesehatan. Mereka harus istirahat,” jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More