Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Karet Turun Rp281 per Kg, Petani Diminta Jaga Mutu Bokar

Harga Karet Turun Rp281 per Kg, Petani Diminta Jaga Mutu Bokar
Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Harga karet global turun Rp281 per kilogram menjadi Rp34.411 per kilogram, mencerminkan fase uji arah tren setelah periode penguatan sebelumnya.
  • Petani diimbau menjaga mutu bahan olah karet dengan memastikan kadar karet kering tinggi dan bebas kotoran agar harga jual tidak makin tertekan.
  • Harga KKK bervariasi, dari Rp34.411 per kilogram untuk 100 persen hingga Rp10.323 per kilogram untuk 30 persen kadar karet kering.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Harga karet di tingkat global kembali mengalami koreksi pada awal pekan. Berdasarkan data perdagangan SGX Sicom, harga karet terkoreksi sebesar Rp34.411 per kilogram atau 201,2 US sen per kilogram.

Angka tersebut turun Rp281 per kilogram dibandingkan dengan harga pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat, 17 April, yang mencapai Rp34.692 per kilogram. Penurunan ini dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar yang tengah menguji arah tren setelah sebelumnya keluar dari fase konsolidasi.

"Ini masih fase uji arah. Setelah sebelumnya stabil dan mulai menguat, pasar biasanya melakukan penyesuaian untuk melihat apakah tren bisa berlanjut atau justru tertahan," ungkap Sekretaris Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel, Rudi Arpian kepada IDN Times, Senin (20/4/2026).

1. Minta karet dijaga mutu dari kotoran

Petani karet Sumsel tengah menyadap hasil kebunnya
Petani karet Sumsel tengah menyadap hasil kebunnya (IDN Times/Rangga Erfizal)

Rudi menyebutkan bahwa koreksi harga yang terjadi merupakan bagian dari dinamika pasar global. Di tengah koreksi harga tersebut, petani karet diimbau tetap menjaga kualitas bahan olahan karet (bokar) agar nilai jual tidak semakin tertekan.

Menurutnya, kadar karet kering (KKK) menjadi faktor utama yang menentukan harga di tingkat petani. Semakin bagus harga karet, maka petani akan mendapat keuntungan lebih besar meski kondisi dan dinamika global tengah terkoreksi.

"Petani harus konsisten menjaga kualitas. Gunakan koagulan (bahan penggumpal lateks) sesuai anjuran. Pastikan bokar bersih dari kotoran dan tidak direndam, karena itu bisa menurunkan KKK dan harga jual, bebernya.

2. Harga karet akan dipengaruhi kualitas

Perkebunan karet Sumsel
Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Istimewa)

Ia menambahkan, kualitas karet yang baik akan memberikan nilai tambah meskipun harga pasar sedang bergejolak. Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, petani diharapkan tetap fokus pada kualitas produksi sambil menunggu arah pergerakan harga karet ke depan.

"Semakin tinggi KKK, semakin murni kandungan karetnya, sehingga harga yang diterima petani juga lebih tinggi," jelasnya.

3. Harga Karet Kering hari ini

Petani karet Sumsel
Petani karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Berdasarkan perhitingan harga terbaru kadar karet kering (KKK) hari ini:

  • KKK 100 persen Rp34.411 per kilogram
  • KKK 70 persen Rp24.088 per kilogram
  • KKK 60 persen Rp20.647 per kilogram
  • KKK 50 persen Rp17.206 per kilogram
  • KKK 40 persen Rp13.764 per kilogram
  • KKK 30 persen Rp10.323 per kilogram.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More