Potensi Ekspor Sumbar 2025, BPS: Harus Lakukan Hilirisasi Industri

- Nilai ekspor Sumbar hingga November 2024 masih landai dan perlu peningkatan dari berbagai sektor, bukan hanya hasil perkebunan.
- Ekspor Sumbar terutama fokus pada hasil pertanian seperti lemak dan minyak nabati, dengan potensi peningkatan melalui hilirisasi industri pengolahan sawit.
- Nilai ekspor Sumatra Barat hingga November 2024 tercatat sebesar 2.004,05 juta dolar AS, mengalami penurunan namun diharapkan bisa digenjot melalui hilirisasi industri.
Padang, IDN Times - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sugeng Arianto menyatakan, potensi ekspor Sumatra Barat 2025 masih bisa digenjot dari berbagai sektor.
"Kalau kita lihat hingga November 2024 itu nilai ekspor Sumbar masih landai dan tidak menunjukkan peningkatan yang terlalu tinggi," katanya saat diwawancarai, Sabtu (4/1/2025).
Menurutnya, nilai ekspor Sumatra Barat tersebut masih bisa ditingkatkan dan tidak hanya terfokus pada hasil perkebunan saja.
1. Harus lakukan hilirisasi industri

Sugeng mengatakan, sampai November 2024, ekspor Sumbar kebanyakan berfokus pada hasil pertanian seperti golongan lemak dan minyak nabati merupakan ekspor terbesar.
"Ini kalau misalnya didukung dengan hilirisasi industri di bidang pengolahan sawit akan bisa lebih baik lagi," katanya.
Menurutnya, jika hal tersebut dilakukan, kemungkinan nilai ekspor Sumbar akan meningkat lebih tinggi lagi.
2. Gambaran ekspor Sumbar 2024

Sugeng menjelaskan, ekspor Sumatra Barat hingga November 2024 tercatat sebesar 2.004,05 juta dolar Amerika Serikat.
Angka tersebut menurun dibanding periode yang sama pada tahun 2023 lalu yang tercatat sebesar 2.203,05 juta dollar Amerika Serikat.
"Tapi penurunan ini tidak terlalu drastis dan hanya beberapa persen saja penurunannya. Kita berharapnya ini bisa digenjot dengan hilirisasi itu," katanya.
3. Impor meningkat

Sugeng menjelaskan, nilai impor Sumatra Barat saat ini meningkat cukup pesat dengan angka 458,83 dolar Amerika Serikat.
Angka tersebut menurut Sugeng meningkat cukup pesat dibanding tahun 2023 dengan rentang waktu yang sama hanya berada pada angka 369,72 dolar Amerika Serikat.
"Kita berharapnya dengan peningkatan nilai impor ini bisa berdampak kepada industri di Sumbar juga nantinya," katanya.


















