Nilai Ekspor Sumbar Merosot 9,66 Persen, Kok Bisa?

Padang, IDN Times - Nilai ekspor Sumatra Barat pada November 2024 terhitung merosot dibanding bulan sebelumnya sebesar 9,66 persen. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat, Sugeng Arianto saat diwawancarai pada Jumat (3/01/2024).
"Penurunan nilai ekspor ini karena kurangnya permintaan pada golongan lemak dan minyak nabati," katanya.
1. Perbandingan nilai ekspor Sumbar

Sugeng mengungkapkan, nilai ekspor Sumatra Barat pada November 2024 tercatat sebesar 220 juta dolar Amerika Serikat (AS).
"Pada Oktober 2024 tercatat nilai ekspor mencapai angka 243 juta dolar AS dan angka tersebut menurun dibanding November," katanya.
Menurutnya, nilai ekspor golongan lemak dan minyak nabati Sumbar pada Oktober berada pada angka 197,02 juta dolar AS, sementara pada November hanya sebesar 178,09 dolar AS.
2. Masih dikuasai golongan lemak dan minyak nabati

Sugeng mengatakan, nilai ekspor Sumatra Barat masih didominasi oleh golongan lemak dan minyak nabati seperti CPO.
"Nilai ekspor golongan karet dan barang dari karet sebesar 9,06 juta dolar AS dan golongan berbagai produk kimia sebesar 6,51 juta dollar AS," katanya.
Menurut Sugeng, angka tersebut juga menurun dibanding Oktober 2024 lalu yang tercatat sebesar 11,52 dolar AS untuk golongan karet dan barang dari karet dan 8,67 juta dolar AS untuk golongan berbagai produk kimia.
3. Ekspor terbesar ke India

Sugeng menyatakan, nilai ekspor Sumatra Barat pada November 2024 terbanyak berasal dari India dan Bangladeh.
"Ekspor Sumbar ke India memiliki peran yang terbesar terhadap total ekspor pada Januari hingga November 2024, yaitu sebesar 30,39 persen," katanya.
Ia menyampaikan, nilai ekspor Sumatra Barat ke India pada November 2024 berada pada angka 52,32 dolar AS. Sementara untuk Bangladesh sebesar 42,04 dolar AS.


















