Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Bakal Kelola Menara Jembatan Ampera usai Jadi Cagar Budaya
Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Pemkot Palembang berencana mengambil tanggung jawab pengelolaan dan perbaikan menara Jembatan Ampera setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BBJN.
  • Penetapan Jembatan Ampera sebagai cagar budaya nasional disambut positif karena memperkuat perlindungan nilai sejarah, arsitektur, ilmu pengetahuan, serta sosial-budaya.
  • Pemkot ingin memaksimalkan menara 1 dan 2 untuk wisata, sementara Kementerian Kebudayaan menilai Ampera sebagai monumen bersejarah yang menyatu dengan perjalanan Palembang dan Sumatra Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemkot Palembang berencana mengelola dan memperbaiki menara 1 serta 2 Jembatan Ampera setelah jembatan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.
  • Who?
    Pemkot Palembang, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kementerian Kebudayaan yang dipimpin Fadli Zon, serta BBJN akan terlibat dalam pembahasan pengelolaan.
  • Where?
    Pengelolaan direncanakan berlangsung di menara Jembatan Ampera, Palembang. Rencana tersebut disampaikan saat kunjungan Kementerian Kebudayaan ke Benteng Kuto Besak.
  • When?
    Rencana tersebut disampaikan Ratu Dewa pada Jumat, 11 September 2026, setelah Jembatan Ampera ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.
  • Why?
    Penetapan dilakukan untuk memperkuat perlindungan nilai sejarah, arsitektur, ilmu pengetahuan, dan sosial-budaya Jembatan Ampera yang telah menjadi ikon Palembang selama lebih dari 50 tahun.
  • How?
    Pemkot akan membicarakan pengelolaan dengan BBJN dan pihak lain. Menara 1 dan 2 direncanakan diperbaiki serta dimaksimalkan untuk wisata, termasuk agar dapat dibuka bagi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jembatan Ampera di Palembang sekarang jadi cagar budaya nasional. Pak Wali Kota Ratu Dewa ingin pemerintah kota merawat dan memperbaiki menaranya. Menara satu dan dua mau dipakai untuk wisata. Pak Fadli Zon bilang jembatan ini sudah lebih dari 50 tahun dan penting bagi orang Palembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penetapan Jembatan Ampera sebagai cagar budaya nasional membuka ruang bagi Palembang untuk merawat ikon bersejarahnya dengan lebih terarah. Rencana pengelolaan dan perbaikan menara oleh pemkot, melalui koordinasi dengan pihak terkait, juga dapat menjaga nilai sejarah, arsitektur, dan sosial-budaya sambil mengoptimalkan manfaatnya bagi wisata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang berencana mengelola serta fokus melakukan perbaikan menara Jembatan Ampera usai ikon kota tersebut ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya nasional.

"Untuk pengelolaan akan kita bicarakan (dengan pihak lainnya termasuk dari BBJN) agar jadi tanggung jawab Pemkot," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat mendampingi Kementerian Kebudayaan mengunjungi Benteng Kuto Besak, Jumat (11/9/2026).

1. Sambut positif nilai sejarah Jembatan Ampera dilindungi pemerintah

CFD Jembatan Ampera Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dewa menyampaikan bahwa Pemkot sangat merespons positif atas keputusan pemerintah pusat untuk menetapkan Jembatan Ampera sebagai cagar budaya. Apalagi, katanya, Kota Pempek memiliki banyak aset serta nilai historis dari berbagai bangunan serta infrastruktur bersejarah.

"Terima kasih banyak, karena Jembatan Ampera Palembang sebagai ikon kebanggaan bisa dilindungi nilainya (sejarah)," jelasnya.

2. Maksimalkan Jembatan Ampera untuk wisata

Jembatan Ampera ikon kota Palembang. (IDN Times/Deryardli Tiarhendi)

Harapan ke depan, lanjut Dewa, dengan penetapan Jembatan Ampera sebagai cagar budaya bisa memperkuat perlindungan warisan sejarah, arsitektur, ilmu pengetahuan, serta nilai sosial-budaya bangsa.

"Setelah ini akan ada pengelolaan menara 1 dan 2, dimaksimalkan manfaatnya untuk wisata. Maksimalkan menara agar bisa bersifat naik turun yang dapat dibuka untuk orang banyak," kata dia.

3. Langkah mempercepat perlindungan aset

Jembatan Ampera Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, penetapan Jembatan Ampera sebagai cagar budaya nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat perlindungan terhadap berbagai peninggalan bersejarah di Indonesia.

Dia menjelaskan, Jembatan Ampera memiliki nilai sejarah yang kuat karena telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Palembang selama lebih dari setengah abad.

"Jadi itu merupakan satu monumen, satu ikon di Kota Palembang dan sudah berumur lebih dari 50 tahun, bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan masyarakat di sini," jelasnya.

Lebih lanjut kata Fadli, selain usianya, keberadaan Jembatan Ampera juga tidak terlepas dari sejarah panjang Sumatra Selatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article