Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Palembang Mulai Hujan, Ratu Dewa Siapkan Penanganan Banjir
Wali Kota Palembang Ratu Dewa (Dok. Diskominfo Palembang)
  • Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Palembang sejak 24 Oktober 2026, mendorong pemerintah kota menyiapkan langkah penanganan banjir di area rawan genangan.

  • Pemkot memprioritaskan penanganan titik genangan di jalan protokol serta pemeliharaan 114 anak sungai di permukiman, dengan PUPR diminta mengecek langsung kondisi lapangan.

  • Wali Kota Ratu Dewa menyoroti anak sungai yang belum dibersihkan dan sedimennya belum diangkat, lalu meminta pembersihan saluran dipercepat menjelang musim hujan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah Kota Palembang menyiapkan penanganan banjir melalui prioritas penanganan titik genangan, pembersihan saluran, dan pengangkatan sedimen anak sungai menjelang peningkatan curah hujan.
  • Who?
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa, jajaran Dinas PUPR, Asisten II, dan personel lapangan terlibat dalam persiapan serta pengecekan penanganan banjir.
  • Where?
    Penanganan dilakukan di Kota Palembang, terutama jalan protokol dan kawasan permukiman, termasuk titik rawan seperti Demang Lebar Daun, Kol. H. Burlian, Basuki Rahmat, Kapt. A. Rivai, dan R.A. Rozak.
  • When?
    Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Palembang sejak 24 Oktober 2026. Ratu Dewa menyampaikan langkah penanganan banjir pada Senin, 26 Oktober 2026.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan karena sejumlah wilayah rawan mengalami genangan yang mengganggu aktivitas dan lalu lintas, sementara masih ditemukan anak sungai yang belum dibersihkan serta sedimen belum diangkat.
  • How?
    Pemkot memprioritaskan penanganan titik genangan dan pemeliharaan anak sungai, berkoordinasi dengan jajaran PUPR, serta meminta personel lapangan memeriksa pembersihan saluran dan pengangkatan sedimen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hujan mulai turun di Palembang sejak 24 Oktober. Wali Kota Ratu Dewa menyiapkan cara supaya jalan tidak kebanjiran. Petugas PUPR akan melihat 12 tempat yang sering tergenang dan membersihkan 114 anak sungai. Ada beberapa sungai kecil yang masih kotor dan penuh lumpur. Sekarang petugas diminta mengangkat lumpur itu sebelum hujan makin sering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat Pemerintah Kota Palembang menunjukkan perhatian nyata terhadap kenyamanan warga saat hujan mulai merata. Prioritas pada titik genangan, pemeliharaan anak sungai, serta pengecekan langsung oleh jajaran PUPR mencerminkan upaya yang lebih terarah. Temuan saluran belum bersih juga ditindaklanjuti sebagai bahan pembenahan sebelum curah hujan meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kota Palembang mulai diguyur hujan sejak 24 Oktober 2026 di sejumlah wilayah. Turunnya hujan yang perlahan merata di Bumi Sriwijaya, mendorong pemerintah kota untuk bergerak cepat dalam menyiapkan penanganan banjir di beberapa daerah rawan tergenang air.

"Pemkot telah menyiapkan penanganan banjir dengan memprioritaskan 12 titik genangan di jalan protokol dan pemeliharaan 114 anak sungai di kawasan permukiman," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa, dikutip Senin (26/10/2026).

1. Minta jajaran PUPR cek langsung kondisi rawan banjir

Potret Palembang banjir (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lebih lanjut, Dewa menyampaikan, dalam mitigasi banjir di Palembang, pihak yang bertanggung jawab adalah personel dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dalam penanganannya, Pemkot juga sudah melakukan berbagai koordinasi sekaligus meminta jajaran PUPR mengecek langsung kondisi di lapangan untuk memastikan pekerjaan yang direncanakan benar-benar ditindaklanjuti.

“Kalau bahasa saya itu paparannya sudah, dan di lapangan harus dicek betul,” kata dia.

2. Minta pembersihan sedimen di anak sungai

Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Dewa, pengecekan tersebut diperlukan karena masih ditemukan anak sungai yang belum dibersihkan dan sedimennya belum diangkat. Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah kota menjelang peningkatan curah hujan.

“Karena kemarin temuan saya ada yang belum dibersihkan, sedimen belum diangkat. Saya sudah minta Pak Asisten II memastikan itu diangkat,” jelasnya.

3. Daftar kawasan rawan banjir di Palembang

Potret Palembang banjir (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia menyampaikan, pembersihan saluran dan pengangkatan sedimen menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mengantisipasi genangan, terutama di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir.

“Mudah-mudahan ketika masuk musim hujan, ini sudah clear semua sehingga tidak ada masalah lagi dan genangan banjir sudah bisa kita atasi,” katanya.

Sementara berdasarkan data, terdapat 11 titik penanganan banjir yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Palembang lantaran dinilai memiliki tingkat genangan tinggi dan paling mengganggu aktivitas serta lalu lintas warga.

Kawasan tersebut meliputi:

  • Jalan Demang Lebar Daun (Simpang Polda dan UIGM)

  • Jalan Basuki Rahmat

  • Jalan Kol. H. Burlian (Pasar KM 5, Siti Fatimah dan sekitarnya)

  • Jalan Mayor Ruslan (Kolam IBA) dan Bay Salim

  • Jalan Demang Lebar Daun (RS Siti Khodijah dan sekitarnya)

  • Jalan Kapt. A. Rivai (Simpang 5)

  • Kambang Iwak Besar

  • Jalan Kol.H.Burlian (Damri)

  • Jalan Kol.H.Burlian (Cekungan DA)

  • Jalan Asrama Haji

  • Jalan R.A. Rozak (Kumbang dan sekitarnya)

Curated For You

Editorial Team

Related Article