OJK Catat Aset Kinerja Perbankan Sumbagsel Naik Rp324 Triliun

- Kinerja perbankan di Sumbagsel tumbuh 5,20% pada Mei 2024
- Penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan Sumbagsel naik 7,76%, dengan total Rp287 triliun
- Kategori penyaluran kredit didominasi oleh kredit konsumtif sebesar 42,76% dan NPL terjaga di level 1,06%
Palembang, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (OJK Sumsel Babel) mencatat aset kinerja perbankan naik di angka Rp324 triliun pada Mei 2024.
"Tren positif kinerja perbankan juga mengalami peningkatan dari penyaluran kredit atau pembiayaan berdasarkan lokasi bank," ujar Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, Senin (15/7/2024).
1. Peningkatan kinerja perbankan didorong penyaluran kredit di angka 7,76 persen

Nilai kinerja perbankan yang tumbuh positif juga mengalami kenaikan secara year on year (yoy) sebesar 5,20 persen pada Mei 2024. Tren tersebut didukung dengan penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan Sumbagsel di angka 7,76 persen.
"Pertumbuhan tersebut berdasarkan data year on year dengan nominal total Rp287 triliun,” kata dia.
2. Penyaluran pembiayaan perbankan Sumbagsel didominasi kredit konsumtif

Pertumbuhan positif dari kategori penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan Sumbagsel, didominasi oleh porsi kredit konsumtif sebesar 42,76 persen dari kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang terjaga di level 1,06 persen.
Sedangkan dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga atau DPK terjadi peningkatan 1,29 persen atau sebesar Rp259 triliun, dengan dominasi utama dari dana tabungan di angka 52,97 persen.
3. Penyaluran tertinggi kredit Sumbagsel didominasi sektor pertanian

Namun berdasarkan sektor, penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan Sumbagsel pada Mei 2024 didominasi dari pertanian, perburuan dan kehutanan, dengan realisasi sebesar Rp55,12 triliun.
“Secara pertumbuhan tertinggi, terjadi pada sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi yang meningkat 27,06 persen," timpal dia.
4. Total penyaluran kredit di Sumbasel di angka 40,48 persen

Sementara untuk penyaluran sektor lain, seperti industri pengolahan, di angka Rp17,24 triliun atau tumbuh 7,45 persen, sektor perdagangan besar dan eceran senilai Rp54,3 triliun atau di angka 3,71 persen dan sektor konstruksi mencapai Rp5,47 triliun atau terkontraksi 3,68 persen.
"Penyaluran (kredit/pembiayaan) itu mencapai 40,48 persen dari total keseluruhan penyaluran kredit di Sumbagsel," jelasnya.





















