Melalui sistem pemerintahan adat inilah kata Taufik menjadi bukti kecerdasan para puyang masyarakat Suku Semende. Merujuk peran jabatan Tunggu Tubang, konsep itu bermuara pada kedaulatan spirit mother earth pada sosok Tunggu Tubang.
Dari peran nyata Tunggu Tubang yang bertanggung jawab untuk menjaga lanskap pangan (hutan, mata air, sawah, hingga tebat) imbuhnya, bisa menjadi model atau strategi ketahanan pangan berkelanjutan. Apalagi diperkirakan, bumi ini akan mengalami puncak perubahan iklim pada Tahun 2030.
"Dengan populasi manusia yang semakin meningkat hingga 8.025 miliar jiwa dan ditambah suhu bumi sudah mencapai 1,3 derajat, maka kita perlu menggali berbagai pengetahuan lokal untuk mitigasi perubahan iklim," kata Taufik.
Makna Tunggu Tubang secara sederhana juga menjadi lumbung pengetahuan dan aktor penting dalam proses transformasi pengetahuan pengelolaan lanskap pangan arif kepada generasi muda Semende.
“Contoh kecilnya, mereka melakukan penanaman padi sekali setahun. Semuanya hampir tak pernah gagal (panen) dan diserang hama. Karena pada masa tanam, burung melakukan migrasi," jelas Taufik.