Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) (Dok: TNBS)
  • Karhutla di TN Berbak dan Sembilang belum sepenuhnya padam setelah hampir tiga bulan; luas terbakar mencapai 4.200 hektare di Berbak dan lebih dari 8.000 hektare di Sembilang.

  • Pemadaman di TN Sembilang terkendala akses darat terbatas, titik api jauh dari sumber air, serta dominasi rawa dan gambut. Hujan belum turun di kawasan tersebut.

  • Titik kebakaran di Sumsel masih tersisa di Banyuasin dan OKI. Petugas memantau Cengal, Pedamaran Timur, serta Pampangan, sementara Manggala Agni mendukung penanganan di TN Berbak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Berbak dan Sembilang belum sepenuhnya padam setelah hampir tiga bulan penanganan.
  • Who?
    Tim gabungan TNBS menangani kebakaran di Sembilang; Manggala Agni mendukung penanganan, terutama di Taman Nasional Berbak. Ahmad Budiyana dan Ferdian Krisnanto menyampaikan perkembangan kondisi.
  • Where?
    Kebakaran terjadi di TN Berbak, Jambi, serta TN Sembilang di Banyuasin, Sumatra Selatan, terutama sekitar Desa Tanah Pilih. Titik api juga masih dipantau di Kabupaten OKI.
  • When?
    Kebakaran diketahui sejak Agustus 2026 dan pemadaman masih berlangsung hingga November 2026. Kondisi di Cengal, Pedamaran Timur, dan Pampangan diperiksa setelah gerimis sebelumnya.
  • Why?
    Lahan kering, akses darat terbatas, titik api jauh dari sumber air, serta rawa dan gambut menghambat pemadaman. Hujan belum merata dan kawasan Sembilang dilaporkan belum mendapat hujan.
  • How?
    Petugas melakukan pemadaman langsung di lapangan dan menggunakan bantuan water bombing untuk mengendalikan api. Tim telah berada di lokasi sejak awal kebakaran, sementara kondisi sejumlah titik masih diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) masih belum sepenuhnya padam setelah hampir tiga bulan penanganan. Kondisi lahan yang kering, ditambah medan yang sulit dijangkau, membuat proses pemadaman di kawasan konservasi tersebut menghadapi kendala.

Di kawasan TN Berbak, Jambi, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 4.200 hektare (ha). Sementara di TN Sembilang, Sumatra Selatan, estimasi kebakaran bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat luasan tersebut.

"Informasi dari tim di lapangan, untuk luasan lahan yang terbakar lebih dari 8.000 hektare," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Ahmad Budiyana, kepada IDN Times, Jumat (6/11/2026).

1. Sulitnya tim melakukan pemadaman di lokasi kebakaran

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) (Dok: TNBS)

Budiyana menjelaskan, salah satu kendala utama penanganan karhutla di TN Sembilang adalah kondisi geografis kawasan. Lokasi kebakaran sulit dijangkau oleh petugas melalui jalur darat karena akses menuju titik api sangat terbatas. Selain itu, jarak titik api yang jauh dari sumber air turut menyulitkan proses pemadaman. Meski demikian, tim gabungan telah berada di lokasi sejak awal kebakaran untuk melakukan penanganan.

"Kendala beragam, pertama karena titik api jauh dari sumber air. Lalu akses ke lokasi kebakaran juga sangat sulit," ungkap dia.

Kebakaran di kawasan konservasi tersebut diketahui terjadi sejak Agustus 2026. Hingga November, petugas masih melakukan upaya pemadaman, terutama di wilayah Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.

"Meski menghadapi kendala tersebut, petugas telah berada di lokasi sejak awal kebakaran untuk melakukan penanganan," jelasnya.

2. Kawasan TN Sembilang didominasi rawa dan gambut

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) (Dok: TNBS)

Selain sulitnya akses, karakteristik vegetasi di kawasan TN Sembilang turut menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran. Wilayah tersebut didominasi rawa dan lahan gambut yang membuat upaya pemadaman membutuhkan penanganan ekstra.

Kondisi cuaca juga belum banyak membantu proses penanganan. Hujan yang turun di sejumlah wilayah Sumsel belum merata hingga kawasan TN Sembilang. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima pihak balai, wilayah Sembilang belum mendapatkan hujan.

Kondisi tersebut membuat petugas masih harus mengandalkan upaya pemadaman di lapangan dan bantuan water bombing untuk mengendalikan kebakaran.

"Hujan belum merata di kawasan TNBS. Bahkan informasinya di Sembilang belum ada hujan," jelasnya.

3. OKI juga masih terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) (Dok: TNBS)

Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyebut titik kebakaran di Sumsel saat ini masih tersisa di dua wilayah, yakni Kabupaten OKI dan Banyuasin.

Khusus di Banyuasin, penanganan kebakaran di kawasan TN Sembilang dilakukan oleh tim TNBS. Manggala Agni tetap memberikan dukungan penanganan, terutama untuk kebakaran di kawasan TN Berbak, Jambi.

Adapun di OKI, pemadaman masih berlangsung di sejumlah wilayah. Petugas juga masih mengecek kondisi kebakaran di Kecamatan Cengal, Pedamaran Timur, dan Pampangan setelah sebelumnya dilaporkan terjadi gerimis.

"Untuk kebakaran yang terjadi di Cengal, Pedamaran Timur, Pampangan masih dicek kondisinya hari ini karena informasinya kemarin sempat gerimis," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article